Kompas TV internasional kompas dunia

Alexei Navalny, Oposisi Utama Presiden Putin Masuk Daftar Teroris Rusia

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:10 WIB
alexei-navalny-oposisi-utama-presiden-putin-masuk-daftar-teroris-rusia
Alexei Navalny saat menghadiri sidang di Pengadilan Moskow, Rusia pada 2 Februari 2021. Pada 25 Januari 2022, pemerintah Rusia memasukkan Navalny dan delapan sekutunya ke daftar teroris. (Sumber: Pengadilan Kota Moskow via Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Iman Firdaus

MOSKOW, KOMPAS.TV - Pemerintah Rusia menetapkan tokoh oposisi, Alexei Navalny,  serta delapan sekutunya sebagai teroris, Selasa (25/1/2022). Navalny merupakan oposisi rezim Vladimir Putin di Rusia.

Dinas Monitoring Finansial Federal Rusia membekukan rekening bank Navalny dan sekutu-sekutunya, termasuk Lyubov Sobol dan Georgy Alburov.

Navalny sendiri saat ini ditahan Rusia atas dakwaan melanggar ketentuan penangguhan penahan yang dikenakan padanya karena kasus penipuan. Ia didakwa 2,5 tahun penjara pada 2014 silam.

Lyubov Sobol menyebut masuknya ia dan Navalny ke daftar teroris adalah ulah rezim Putin. Sobol meninggalkan Rusia tahun lalu usai diburu pemerintah federal.

“Tidak diragukan bahwa keputusan terkait saya, Navalny, dan rekan-rekan terdekat saya dibuat di Kremlin dengan kontribusi pribadi Vladimir Putin. Saya pikir dia menaruh semua urusan terkait tim kami di bawah suatu kontrol spesial, dan itu bukan keputusan yang dibuat pejabat tingkat rendah,” kata Sobol kepada Associated Press.

Baca Juga: Dari Balik Penjara Rusia, Navalny Ungkapkan Kebanggaan dan Harapan

Navalny adalah tokoh oposisi yang berpengaruh di Rusia. Ia pernah merilis investigasi yang menuduh Perdana Menteri Dmitry Medvedev dan Presiden Putin terlibat korupsi.

Hasilnya, Navalny dimusuhi rezim Putin. Pada Agustus 2020 lalu, Navalny diracun hingga kritis ketika sedang naik pesawat. Ia diracun dengan agen saraf Novichok, racun yang dikembangkan Uni Soviet lalu dilanjutkan Rusia hingga 1993.

Navalny menyebut Kremlin menjadi dalang percobaan pembunuhannya dan operasi terhadapnya dieksekusi Dinas Intelejen Rusia (FSB). Namun Kremlin membantah tuduhan ini.

Langkah Rusia memasukkan Navalny ke daftar teroris dikecam berbagai pihak. Juru bicara Uni Eropa tentang urusan luar negeri, Peter Stano menyebut kebijakan Moskow “tidak bisa diterima”.

Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19