Kompas TV video vod

Maraknya Pengaduan dari Daerah, Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Edy Mulyadi

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:45 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Maraknya laporan pengaduan di daerah membuat Bareskrim Polri menangani kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan Edy Mulyadi.

Ada 16 laporan di kepolisian daerah terhadap Edy Mulyadi yang dianggap menghina masyarakat Kalimantan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Nama Edy Mulyadi tiba-tiba jadi pembicaraan publik, Edy dikenal karena dugaan ujaran kebencian kepada masyarakat Kalimantan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi soal Jin Buang Anak Naik ke Tingkat Penyidikan

Unjuk rasa terjadi sejak Senin (24/01) hingga Selasa (25/01) di Kalimantan dan juga wilayah lain.

Sejumlah aliansi masyarakat Dayak melaporkan Edy ke polisi atas ujaran kebencian bersifat, suku, agama, ras, dan antargolongan, atau SARA.

Pengaduan hingga pernyataan sikap dilakukan, tak cuma masyarakat kader Partai Gerindra, tempat Prabowo menjadi ketua umum partai juga melaporkan Edy.

Laporan polisi tak cuma di daerah tapi juga di Mabes Polri. Total ada 3 laporan polisi di Mabes Polri, 16 pengaduan di kepolisian daerah dan 18 pernyataan sikap sepanjang Senin hingga Selasa.

Saking banyaknya laporan, kasus yang melibatkan Edy Mulyadi ditarik ke Bareskrim Polri.

Setelah dikecam dan dilaporkan ke polisi, Edy minta maaf melalui kanal YouTube.

Tapi permintaan maaf Edy tak menutup proses hukum yang kini telah berlangsung.

Dan Partai Keadilan Sejahtera tempat Edy menjadi calon legislatif pun menolak disangkutpautkan dengan perbuatannya.

Bareskrim kini yang memproses semua laporan polisi terhadap Edy, semua laporan tersangkut pada ujaran kebencian atas ucapannya saat memaparkan masalah kalimantan sebagai ibu kota negara baru.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19