Kompas TV internasional kompas dunia

Makin Panas di Ukraina, Joe Biden Kini Ancam Putin dengan Sanksi Pribadi

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:03 WIB
makin-panas-di-ukraina-joe-biden-kini-ancam-putin-dengan-sanksi-pribadi
Presiden Amerika Serikat Joe Biden hari Selasa, (25/1/2022) di Washington mengatakan dia mempertimbangkan untuk menambahkan sanksi langsung terhadap Putin ke dalam serangkaian tindakan yang sedang disusun atas ketegangan di Ukraina. (Sumber: France24)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Gading Persada

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) pada Selasa (25/1/2022) kemarin mengancam Moskow dengan sanksi baru, termasuk tindakan yang secara pribadi menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ancaman ini dikeluarkan AS saat pasukan tempur Rusia berkumpul di sekitar Ukraina untuk menggelar latihan militer baru.

Seperti dilansir France24, Rabu (26/1), ketegangan saat ini makin meningkat, dimana Washington mengatakan risiko invasi Rusia ke Ukraina sangat mungkin.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, ancaman serbuan ke Ukraina akan memicu konsekuensi besar dan bahkan mengubah dunia. Bahkan Biden juga mempertimbangkan untuk menambahkan sanksi langsung terhadap Putin ke dalam serangkaian tindakan yang sedang disusun.

"Ya. Saya akan melihat itu," kata Biden ketika ditanya oleh wartawan di Washington tentang penargetan Putin, yang telah lama dituduh penentangnya memiliki kekayaan rahasia yang sangat besar, Selasa (25/1).

Seorang pejabat senior AS menggambarkan sanksi ekonomi dengan konsekuensi besar yang jauh melampaui langkah-langkah sebelumnya yang diterapkan pada tahun 2014 setelah Rusia menginvasi wilayah Krimea di Ukraina, seraya menggarisbawahi (sanksi) bertahap gaya masa lalu telah berakhir.

Langkah-langkah baru akan mencakup pembatasan ekspor perangkat Amerika Serikat berteknologi tinggi di sektor artificial intelligence, komputasi kuantum, dan kedirgantaraan, kata pejabat itu kepada wartawan dengan syarat anonim.

"Apa yang kita bicarakan adalah teknologi canggih yang kita rancang dan produksi, dan memotongnya akan memukul cukup keras ambisi strategis Putin untuk mengindustrialisasi ekonominya," kata pejabat tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menggemakan ancaman tersebut, dengan mengatakan sanksi akan lebih berat dari apa pun yang pernah kami lakukan.

Dalam upaya untuk memecahkan ketegangan yang semakin meningkat, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia akan berbicara melalui telepon dengan Putin hari Jumat (28/1) lusa guna mencari "klarifikasi" tentang niat Moskow.

Sumber : France24


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19