Kompas TV nasional sosial

Cek Lagi, Ini Arti Warna Hijau, Kuning, Merah, atau Hitam Setelah Scan Barcode PeduliLindungi

Rabu, 26 Januari 2022 | 05:56 WIB
cek-lagi-ini-arti-warna-hijau-kuning-merah-atau-hitam-setelah-scan-barcode-pedulilindungi
Ilustrasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Petugas bandara menunjukan aplikasi PeduliLindungi yang ada di telepon genggamnya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/8/2021). (Sumber: Kompastv/Ant)

Penulis : Danang Suryo | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aplikasi PeduliLindungi yang digunakan untuk mengecek apakah seseorang bisa menggunakan fasilitas umum akan memunculkan notifikasi status warna orang tersebut.

Notifikasi warna akan muncul setelah melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

Warna tersebut adalah tanda yang menentukan apakah kita bisa mengakses fasilitas publik atau tidak.

Baca Juga: Enam Orang Warga Semarang Terpapar Virus Covid-19 Varian Omicron

Sebelumnya diberitakan, PeduliLindungi merupakan aplikasi wajib yang harus digunakan oleh masyarakat untuk keperluan aktivitas atau mengakses fasilitas publik selama pandemi.

Adapun warna yang akan ditampilkan yakni hijau, kuning, merah, atau hitam. Ini arti 4 warna yang muncul setelah memindai barcode di aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Sesiap Apa Indonesia Hadapi Ancaman Gelombang Varian Omicron?

Warna Hijau

Status berwarna hijau menandakan Anda dapat bepergian ke tempat umum. Anda juga tercatat sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap dan diperbolehkan mengakses fasilitas.

Selain itu PeduliLindungi menyatakan Anda termasuk dalam kriteria.

  • Mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.
  • Bukan pasien Covid-19 atau kontak erat.
  • Hasil tes antigen (1x24 jam) atau PCR (3x24 jam) negatif.

Warna Kuning

Status berwarna kuning menandakan Anda sudah menerima vaksinasi dosis pertama. Pengunjung diperbolehkan masuk setelah petugas melakukan verifikasi lebih lanjut.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:10
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19