Kompas TV regional peristiwa

Pengakuan Warga Kampung Miliarder Tuban yang Menyesal Usai Jual Tanah: Kini Tak Punya Penghasilan

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:00 WIB
pengakuan-warga-kampung-miliarder-tuban-yang-menyesal-usai-jual-tanah-kini-tak-punya-penghasilan
Aksi warga enam desa di kilang minyak Pertamina GRR Tuban. (Sumber: TribunJatim.com/ M Sudarsono)

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Gading Persada

TUBAN, KOMPAS.TV - Ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek strategis nasional pembangunan kilang minyak yang dulu dikenal kampung miliarder di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa tersebut ditujukan kepada PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Mereka menagih janji kepada perusahaan karena sebelumnya berjanji akan memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja.

Baca Juga: Warga Kampung Miliarder Tuban Kini Menyesal Jual Tanah ke Pertamina

Adapun janji tersebut disampaikan pihak PT Pertamina GRR Tuban saat melakukan proses pembebasan lahan. Namun, belakangan ada syarat yang harus dipenuhi untuk warga lokal yang ingin menjadi pekerja.

Koordinator aksi bernama Suwarno menyampaikan, pihak perusahaan mensyaratkan pekerja yang berasal dari warga lokal harus di bawah usia 50 tahun.

"Ada pembatasan persyaratan usia yang dilakukan pihak perusahaan di atas 50 tahun tidak diperbolehkan," kata Suwarno dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/1/2022).

Padahal, kata dia, janjinya pada saat itu ketika proses pembebasan lahan, perusahaan tidak menyampaikan adanya persyaratan yang mempersulit warga.

Baca Juga: Sosiolog: Miliarder Tuban Terkena Demonstration Effect

"Ini gimana pekerja kasar aja tidak diperbolehkan, Tapi, kenyataannya ada pekerja dari luar ring 1 yang usianya di atas batas umur yang ada," ujarnya.

Karena sebab itulah, kemudian banyak warga di kampung miliarder itu yang kini mengaku menyesal telah menjual tanahnya kepada pihak Pertamina.

Sumber : Kompas.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19