Kompas TV nasional peristiwa

Wagub DKI Jelaskan Alasan Pembatalan Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:58 WIB
wagub-dki-jelaskan-alasan-pembatalan-pembebasan-lahan-normalisasi-sungai
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/1/22). (Sumber: Kompas.tv/HASYA NINDITA)

Penulis : Hasya Nindita | Editor : Purwanto

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menjelaskan alasan pembatalan pembebasan lahan untuk normalisasi sungai pada 2021 lalu. 

"Sebenarnya bukan batal ya, pembebasan itu bukan batal tapi tertunda," kaya Riza kepada wartawan, Senin (24/1/22) malam. 

Ia mengatakan, permasalaha pembebasan tanah memerlukan ketelitian sehingga tidak menimbulkan masalah lebih lanjut. 

"Karena masalah tanah ini harus lebih teliti, hati-hati jangan sampai seperti tidak ada masalah ternyata ada masalah, sertifikatnya asal usulnya semua," kata Riza. 

Terkait pembebasan lahan ini, kata Riza, ada tahapan yang harus dipenuhi sebelum pembayaran ganti rugi. 

"Memang ada empat tahapan yang harus dipenuhi sebelum dibayarkan sampai semua clear and clean baru kami bayarkan ya," katanya. 

Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Solo Rawan Banjir Kiriman, Gibran: Nanti Kami Carikan Solusi

Riza memastikan, pada tahun ini semua program penanganan banjir akan dilaksanakan. 

"Semua program, normalisasi, naturalisasi dibangun, sekarang kami membuat waduk, situ, embung, polder, Insyallah di tahun 2022 akan banyak sekali program-program yang kami buat," katanya.

Program normalisasi sendiri akan dikerjakan oleh Dinas SDA DKI Jakarta dan juga Kementerian PUPR. Dinas SDA DKI bertugas membebaskan lahan di sekitar sungai. Normalisasi akan menjadi tugas Kementerian PUPR. 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19