Kompas TV nasional peristiwa

Kasus Omicron Tembus 1.000, Wagub DKI Jelaskan Alasan Tidak Naikkan Level PPKM Jakarta

Senin, 24 Januari 2022 | 15:57 WIB
kasus-omicron-tembus-1-000-wagub-dki-jelaskan-alasan-tidak-naikkan-level-ppkm-jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/1/22). (Sumber: Kompas.tv/HASYA NINDITA)

Penulis : Hasya Nindita | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menjelaskan alasan tidak dapat menaikkan level Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta meskipun kasus Omicron sudah lebih dari 1.000. 

"Menaikkan atau menurunkan PPKM itu ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/1/2022).

Riza mengatakan, level  PPKM di Jakarta berubah melalui tahapan-tahapan dan syarat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

"Jadi tidak bisa begitu ada peningkatan Omicron terus serta merta kita tingkatkan, begitu juga ada penurunan tidak serta merta kami turunkan, semua ada tahapan-tahapan," katanya. 

Baca Juga: Melonjak Drastis, Keterisian Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Jakarta Sentuh 31 Persen

 

Ia memastikan, perubahan status PPKM Jakarta juga melibatkan pendapat para ahli baik di level Pemprov DKI maupun pemerintah pusat. 

"Ahli-ahli ini kami hadirkan tidak hanya di provinsi tapi ditingkat pusat, semua jenjang tingkatan itu selalu kami diskusikan dengan para ahli," katanya. 

Pendapat dari pakar, kata Riza akan tetap menjadi pertimbangan mengambil keputusan. Namun, keputusan tersebut tidak semata datang dari pendapat para pakar. 

"Kan kami tidak menentukan sendiri, kami ini bukan ahlinya, yang memutuskan itu, yang menjadi pertimbangan kami adalah para ahli di bidangnya masing-masing," kata Riza. 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19