Kompas TV olahraga kompas sport

Kasus Ahmad Afi Eks Timnas yang Sakit Kronis Dinilai Bisa Picu Perbaikan Sistem Sepak bola Nasional

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:29 WIB
kasus-ahmad-afi-eks-timnas-yang-sakit-kronis-dinilai-bisa-picu-perbaikan-sistem-sepak-bola-nasional
Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menilai kasus Ahmad Afi, eks timnas yang sakit kronis bisa picu tata kelola sistem sepak bola Nasional (Sumber: Kompas TV)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ignatius Indro, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menilai kasus Ahmad Afi, eks timnas U-16 yang sakit kronis tak berdaya bisa jadi awal perbaikan sepak bola Nasional.

Perbaikan tata kelola sepak bola nasional, kata Indro, karena melihat banyaknya pemain baik di klub maupun yang sudah pernah berseragam timnas tapi kehidupannya tidak membaik.

Bahkan, indro mengatakan, sistem yang sekarang ini cenderung tidak akomodatif dan bisa dikatakan berantakan terkait penanganan kehidupan pemain.

Kejadian Ahmad Afi yang sakit kronis hingga tak berdaya ini, kata Indro, bisa jadi pelajaran penting soal sistem sepak bola agar Indonesia yang cenderung berantakan.

“Banyak sekali pemain sepak bola yang memang akhirnya sakit, ataupun ekonomi yang berantakan. Bagaimana sistem yang baik, kesejarahteraan dan jaminan kesehatan harusnya bisa diperhatikan. Sejak dulu kan tidak, makanya perlu berubah,” kata Indro kepada KOMPAS.TV lewat pesan suara, Sabtu (21/1/2022).  

Kasus Ahmad Afi ini, lanjut Indro, bisa membuat banyak orang ragu untuk jadi pesepa kbola di Indonesia.

“Kenapa ini penting? Agar anak-anak muda kita yang ingin jadi pemain sepak bola tidak ragu untuk berkarir d dalam dunia sepak bola,” katanya.

Baca Juga: Kisah Pilu Ahmad Afi Eks Timnas U-16, Sakit Kronis hingga Tubuh Kurus Kering

Perbaikan Sistem agar Kasus Ahmad Afi Tidak Berulang

Indro pun meminta agar federasi menerapkan sport science agar sistem pembinaan serta cita-cita memajukan sepak bola Indonesia tidak hanya sekadar isapan jempol semata.

“Saya pikir inilah gunanya sport sicence biar tahu perkembangan orang per orang, tiap pemain akan terlihat baik di level klub atau timnas. Dengan sport science mungkin ada penyakit yang didera pemain bisa langsung kelihatan,” jelas Indro.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19