Kompas TV feature ngopi

Perlunya Fasilitas & Ragam Komunikasi Bagi Disabilitas Tuli (4) - NGOPI

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:33 WIB

Penulis : Anas Surya

KOMPASTV - Menjadi difabel bukanlah halangan untuk dapat berkehidupan dengan masyarakat lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya aktivis difabel yang bergerak untuk memperjuangkan kesetaraan dalam berkehidupan sosial di Indonesia.

Namun, sayangnya menjadi penyandang difabel di Indonesia tidaklah mudah. Dari akses sarana dan pra-sarana yang kurang memadai sampai pandangan masyarakat atas penyandang difabel.

Bahkan sampai Menteri Sosial kita harus memaksa seorang teman tuli untuk dapat berbicara padahal sudah jelas tidak semua teman tuli dapat berkomunikasi secara verbal. Hal-hal seperti ini lah yang seharusnya memang diluruskan dalam masyarakat kita. 

Banyak dari teman-teman difabel merasa bahwa pemerintah belum dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh teman-teman difabel terutama teman tuli dalam menjalankan kehidupan sosial.

Padahal pemerintah sebenarnya memberikan anggaran yang tidak sedikit untuk penyandang difabel. Di tahun 2022 Kementerian Sosial menyiapkan anggaran sebesar 400 Miliar untuk teman-teman difabel.

Khususnya untuk teman-teman tuli, Kementerian Sosial menyiapkan program Indonesia Mendengar.

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan akses informasi dan komunikasi khususnya bagi teman tuli. Bantuan yang diberikan berupa gawai yang dapat mengartikan suara menjadi tulisan, alat bantu dengar, dan sebuah peluit.

Sayangnya teman-teman tuli merasa ini bukanlah sebuah solusi yang dibutuhkan untuk jangka panjang, karena melihat tingkat ketulian tiap orang berbeda-beda.

Bagaimana pandangan dari Aktivis Tuli @suryasahtapy bersama Aktivis Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia @stefanus_sinar_firdaus dan Juru Bahasa Isyarat @innovanonymus, serta Ketua Komisi Nasional Disabilitas @dante.rigmalia yang akan membicarakan bagaimana pandangan para teman tuli atas regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah dan penyuluhan terhadap masyarakat dalam hidup berdampingan dengan teman difabel.

Bersama dengan @nitiaanisa dalam @ngopidikompastv

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19