Kompas TV video vod

Terjaring OTT KPK Terkait Kasus Suap, MA Berhentikan Sementara Hakim dan Panitera PN Surabaya

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:30 WIB

Penulis : Dea Davina

JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK menetapkan tiga tersangka dalam operasi tangkap tangan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Hakim Itong Isnaeini Hidayat, Kamis (20/01) malam.

KPK menetapkan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat sebagai tersangka suap penanganan perkara hubungan industrial.

Ia diduga bakal menerima suap Rp140 juta dari yang dijanjikan sebesar Rp1,3 miliar untuk mengurus perkara.

Selain Hakim Itong, KPK juga menetapkan Panitera Penganti, Hamdan alias HD, dan kuasa hukum PT SGP, sebagai tersangka dan ditahan 20 hari sampai 8 Februari.

Sebelumnya KPK menangkap lima orang di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Di antaranya, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, Panitera Pengganti Hamdan, dan tiga tersangka, dari pihak PT Soyu Giri Primedika, yakni HK, AP, dan DW.

Mahkamah Agung terkait OTT oknum Hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan yang bersangkutan berhentikan sementara sebagai Hakim dan panitera pengganti.

Badan pengawasan Mahkamah Agung mengirim tim untuk memeriksa dan memastikan apakah atasan langsung yaitu ketua Pengadilan Negeri Surabaya dan panitera Pengadilan Negeri Surabaya telah melakukan pengawasan dan pembinaan.

Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, yang terjaring operasi tangkap tangan KPK, tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/01) malam.

Hakim Itong Isnaeni tiba di gedung KPK, sekitar pukul 20.30WIB.

Itong dibawa ke Jakarta setelah tim KPK selesai melakukan pemeriksaan dan penyocokkan alat bukti di Surabaya.

Selain itong, KPK turut membawa 4 orang lainnya yang juga terjaring OTT, yakni seorang panitera pengganti, pengacara, dan 2 pihak swasta.

KPK masih belum menjelaskan perkara hukum yang ditangani oleh Itong.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan saat ini tiga orang termasuk Itong masih terus diperiksa.
 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19