Kompas TV religi beranda islami

Bikin Rezeki Seret, Hindari Aktivitas Pagi dalam Kondisi Begini

Kamis, 20 Januari 2022 | 05:52 WIB
bikin-rezeki-seret-hindari-aktivitas-pagi-dalam-kondisi-begini
Pagi hari begitu indah, hindari kebiasaan atau aktivias ini di pagi hari karena menutup pintu rezeki (Sumber: Pixabay)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Fadhilah

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ada aktivitas pagi yang baiknya dihindari bagi muslim karena ada mudarat (keburukan). Malahan jika dilakukan dianggap bisa jadi penghalang atau bikin rezeki seret.

Anjuran ini termaktub dalam kitab Ta’lim Muta’alim karya Imam Jarnuzi, kitab yang jadi rujukan sejak ratusan tahun lalu terkait dengan etika maupun adab.

Dalam kitab itu disebutkan, sebaiknya hindari makan atau sarapan dalam kondisi tubuh junub. Biasanya, usai hadas besar di malam hari, langsung tidur.

Baiknya, pada pagi hari sebelum sarapan atau aktivitas, bisa langsung membersihkan diri. Bisa dengan mandi wajib atau mandi junub.

Para ulama menyarankan ketika hadas besar, entah karena berhubungan badan suami-istri mimpi basah maupun yang lain, sebaiknya segera mandi wajib.

Mandi wajib bukan sekadar untuk menghilangkan kotoran dalam tubuh semata, tapi juga merupakan etika dalam makan yang kerap dihindari.

Baca Juga: Bikin Rezeki Melimpah, Lakukan Amalan Ringan Ini di Hari Jumat

Aktivitas dan Kaitannya soal Rezeki

Terkait hukum makan dalam kondisi junub beberapa ulama menghukuminya sebagai makruh. Sebaiknya ditinggalkan atau sebisa mungkin dihindari.

Makan dalam kondisi junub menurut Imam Zarnuji dalam kitab Ta’lim digolongkan perkara yang bisa bisa bikin rezeki sempit.

Hal ini serupa dengan aktivitas penghambat rezeki lain seperti halnya tidur pagi usai subuh, maupun jarangnya seseorang sedekah, padahal sejatinya orang tersebut mampu.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19