Kompas TV video vod

Dibalik Nama Ibu Kota Negara, Sejarawan: Nama Nusantara Tidak Cocok

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:35 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Rapat paripurna DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang ibu kota negara, RUU IKN menjadi Undang-Undang, semua fraksi menyetujui pengesahan ini kecuali fraksi PKS.

Pengesahan ini sempat diwarnai interupsi, namun Ketua DPR Puan Maharani melanjutkan sidang dan mengetok palu.

Kini pemerintah siap membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Pemerintah sudah menetapkan Nusantara sebagai nama ibu kota negara baru.

Baca Juga: Nusantara sebagai Nama Bangsa Tersingkir Sejak Zaman Pergerakan, Dinilai Jawasentris

Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia mengatakan, nama Nusantara diambil melalui pertimbangan matang dan telah mewakili seluruh masyarakat,

Penamaan Nusantara dikomentari oleh anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Gerindra Fadli Zon.

Ia mengusulkan agar nama ibu kota negara diambil dari nama presiden, seperti ibu kota Kazakhstan.

"Nusantara punya pengertian sendiri sebagai wilayah Indonesia belum lagi ada 'wawasan nusantara' usul saya nama ibu kota langsung saja 'Jokowi' sama dengan ibu kota Kazakhstan Nursultan dari nama Presiden Nursultan Nazarbayev.” Kata Fadli Zon seperti kami kutip dari akun Twitternya.

Sejarawan JJ Riza menyatakan, nama Nusantara tidak cocok untuk ibu kota baru karena memiliki banyak tafsiran.

Nama tersebut berkembang sesuai dengan konteks zaman, dimana setiap zaman membentuk konteks nama Nusantara dengan definisi yang berbeda-beda.

“Kata Nusantara yang harus digunakan harus kembali kepada periode dimana kata nNsantara itu menjadi bagian dari kota Majapahit dengan luar kota dari Majapahit. Yang dalam konteks kerajaan Mataram itu kita bisa sebut sebagai konsep antara negara gong dan Monconegoro.” Kata JJ Riza.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19