Kompas TV video vod

Polisi Jemput Paksa Fatia dan Haris, Pengacara Luhut: Tidak Hadir Dua Kali Maka Dijemput Paksa

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:10 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Polisi berupaya menjemput paksa aktivis HAM Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar dalam kasus pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kasus ini dinaikkan ke penyidikan setelah dua kali upaya mediasi gagal.

Haris Azhar dan Fatia tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada pukul 11.30. Keduanya tidak berkomentar banyak terkait agenda pemeriksaan hari ini (18/01), mereka hanya mengatakan memenuhi kewajiban untuk menghadiri pemeriksaan.

Mereka diperiksa sebagai saksi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Diperiksa 6 Jam Tekait Pencemaran Nama Baik Luhut, Haris-Fatia Dicecar 37 Pertanyaan

Sementara itu, Haris Azhar pagi tadi mengaku dijemput paksa oleh polisi untuk pemeriksaan.

Namun ia menolak, Haris dan Fatia memilih untuk datang sendiri ke Polda Metro Jaya.

Haris dan Fatia sebelumnya sempat berhalangan menghadiri pemeriksaan polisi karena ada kesibukan pekerjaan.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan, selama ini Fatia dan Haris berkominaksi baik dengan penyidik, sehingga aksi penjemputan menjadi pertanyaan.

Sementara Itu kuasa hukum Menko Luhut Binsar Pandjaitan Juniver Girsang menyatakan, dari dokumen yang diperoleh dari pihak kepolisian, sejak tanggal 17 Desember kasus ini sudah mulai masuk ke tahap penyidikan.

Juniver menyebut, pada tanggal 23 Desember, Haris dan Fatia dimintai keterangan oleh penyidik namun tidak hadir sebanyak dua kali sehingga dijemput secara paksa.

“Karena tidak hadir dua kali adalah penjemputan secara paksa.” Ujar Juniver Girsang.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:53
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19