Kompas TV regional berita daerah

Kapolda Jateng Minta Maaf Terkait Kasus Kasat Reskrim

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:14 WIB

Penulis : KompasTV Jateng

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfi, meminta maaf terkait dengan pelayanan yang kurang bertanggung jawab, dari oknum yang bertugas di Polres Boyolali.

"Hari ini saya Kapolda Jawa tengah menyampaikan terkait dengan kasus aduan pelapor di Boyolali. Jadi ada seorang wanita yang mengadu di Boyolali, dan kurang mendapatkan pelayanan oleh oknum anggota Polri di wilayah Boyolali. Yang pertama yang perlu saya sampaikan, saya sebagai Kapolda meminta maaf pada pelapor atas tindakan anggota oknum kita yang kurang bertanggung jawab. Dan pelapor hari ini, kemarin, juga saya perintahkan Dirkrimum untuk dilakukan pelayanan ditempat kita di SPKT. Kasusnya sudah ditangani, dan akan kita tuntaskan secepat-cepatnya. Kemudian terkait dengan anggota, oknum anggota Polri di Polres Boyolali, hari ini juga saya perintahkan untuk dicopot, untuk dilakukan pemeriksaan terkait dengan etika profesi, yang tidak memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat" tegas Irjen Pol Ahmad Lutfi, Kapolda Jawa Tengah. 

Kejadian bermula saat ada seorang wanita yang melapor ke Polres Boyolali terkait dengan dugaan pelecehan yang dialaminya. Namun saat memberikan laporan, ia diduga mendapat pelecehan secara verbal dari Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP EM.

Mendapat laporan adanya tindakan anggota yang melakukan perbuatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah memerintahkan untuk mencopot Kasat Reskrim Polres Boyolali, serta memeriksa empat anggota unit Reskrim di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah. #kasatreskrimpolresboyolali #kapoldajawatengah #pelecehan 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19