Kompas TV regional berita daerah

Tak Lagi Bisa Ditempati, Dua Dusun Jadi Kampung Yang Hilang

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:48 WIB

Penulis : KompasTV Makassar

SIGI, KOMPAS.TV - Tiga Tahun Pasca Bencana Banjir Bandang Di Sigi, Dua Dusun Desa Bangga Menjadi Kampung Yang Hilang. Puluhan Rumah Yang Berada Di Situ, Tak Lagi Bisa Ditempati Karena Tertimbun Lumpur Hingga Ke Atap Rumah.

"Rumah saya dulu di sana, sekarang tinggal atapnya yang kelihatan," kata Penanggung Jawab Kepala Desa Bangga, Mohamad Gazali di lokasi Hunian sementaranya.

Gazali hanyalah salah satu di antara 580 Kepala Keluarga (KK) yang berdasarkan data desa sudah meninggalkan Dusun 1 dan 2 Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Rumah Gazali sebelumnya ada di Dusun 2. Pada November tahun 2019, banjir bandang menerjang desa itu. Bukan hanya air, bandang juga membawa material pasir, batu, dan kayu. Dusun 1 dan 2 perlahan terkubur. Dua dusun itu bahkan sudah ditetapkan sebagai zona merah yang tidak boleh lagi ditinggali.

Bencana itu mengawali derita warga Desa Bangga. Sebab, setelahnya banjir karena hujan deras selalu datang dengan wujud yang sama; lumpur dan pasir. Bahkan hingga Juli tahun 2020, timbunan yang menutup dusun tersebut sudah setinggi lebih dari 3 meter. Dusun itu pun "mati" ditinggal penghuni.

Pangkal bencana yang menghilangkan dua dusun di Desa Bangga itu adalah guguran material dari gunung di sekitar hulu sungai yang berjarak sekitar 20 kilometer dari desa. Gempa pada tahun 2018 lalu melemahkan gunung dengan kandungan batu dan pasir di sana. Guguran yang menjadi sedimen menutup jalur Sungai Ore dan mengalihkan alirannya langsung ke desa.

Sedimentasi Sungai Ore yang terus meninggi juga mengancam dusun-dusun lainnya bahkan desa tetangga.

Untuk mencegah makin meluasnya aliran sungai dan material ke desa, pihak pemerintah desa setempat berharap normalisasi sungai segera dilakukan.

"Sedimen di sungai dan permukiman dua dusun itu makin tinggi, dua dusun itu juga sudah jadi tempat aliran air yang mengarah ke dusun 3 dan Dusun 1 Desa Walatana" Sekretaris Desa Bangga, Saifudin mengkhawatirkan.

Normalisasi sungai juga disebut Saifudin demi menyelamatkan lahan tani dan sawah yang tersisa yang jadi penghidupan warga desa, setelah 65 hektare lahan tani juga sudah terkubur.

"65 hektare lahan pertanian di dusun 1 sudah habis, di sebelah selatan 100 hektare masih ada tapi mengkhawatirkan, karena aliran sungai sekarang juga mengarah ke sana," katanya.

Sejauh ini tinggal dusun 3 desa itu yang luput dari urukan material. Namun, sebagian warga sudah bergeser ke perbukitan sebelah timur desa, khawatir bencana yang bisa saja datang. Warga terdampak dari dusun 1 dan 2 untuk sementara juga menempati huntara yang ada di sana. Mereka menunggu kepastian pembangunan hunian tetap dari pemerintah.

#lumpur
#kampunghilang
#beritasigi

Sumber : Kompas TV Makassar


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19