Kompas TV video vod

Polemik Snack Berwajah Kaesang di Garuda Indonesia, PKS: BUMN Harus Minta Maaf

Senin, 17 Januari 2022 | 23:06 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep menjadi pembicaraan karena wajahnya terpampang di salah satu makanan ringan di penerbangan Garuda Indonesia.

Dalam foto yang beredar di media sosial paket makanan tersebut disajikan dalam penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Sementara itu, putra Presiden Jokowi yang juga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merespons santai kebijakan PT Garuda Indonesia yang akan menarik snack bergambar adiknya.

Baca Juga: Snack Bergambar Kaesang di Pesawat Garuda, Stafsus BUMN: Ini Hanya Masalah Teknis

Gibran menyebut, masuknya gambar adiknya Kaesang pada kemasan snack karena kesalahpahaman.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga menanggapi soal viralnya gambar Putra Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep pada snack di pesawat Garuda di Indonesia sepanjang tidak ada unsur KKN. Erick juga meminta agar hal ini tidak dikaitkan dengan politis.

“Menurut saya inikan pasar bebas, kalau di Garuda itu juga ada snack asing atau juga ada snack lokal ya kembali kalo saya konteks open market.” Ujar Erick Thohir.

Erick juga menyebut, kasihan pengusaha nasional kalo mau maju dan berkembang tetapi konteksnya politis.

Wasekjen PKS Ahmad Fathul Bari mempertanyakan soal kesensitifitasan BUMN sebesar Garuda atas masalah tersebut.

Ahmad menyebut, seharusnya BUMN meminta maaf dan menjelaskan kepada publik.

Sementara itu Stafsus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menilai, PKS seperti menghantam pengusaha lokal.

“Mereka hanya memasukan barang yang sama hanya ada gambar Kaesangnya, langsung dituduh nepotisme, korupsi, dan sebagainya.” Kata Arya.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:11
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19