Kompas TV video vod

Mendadak Viral di Medsos Usai Kritik Shin Tae-yong, Haruna Soemitro Buka Suara

Senin, 17 Januari 2022 | 21:50 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Anggota Exco PSSI Haruna Soemitra mendadak viral diperbincangkan di media sosial, tagar #HarunaOut pun menggema di lini masa Twitter.

Anggota Exco PSSI Haruna Soemitro menjadi sasaran warga net karena komentarnya terkait hubungan pelatih Timnas Shin Tae-yong dengan PSSI yang mengalami deadlock.

Haruna juga disorot saat berkomentar soal pola permainan dan cara melatih Shin Tae-yong yang tidak sama dengan yang diterapkan klub Liga 1.

Tagar #HarunaOut muncul dipicu oleh komentar Haruna dalam sebuah podcast, dia menilai sepakbola tanpa prestasi itu tanpa ada artinya.

Atas hal itu Haruna mengatakan, argumentasi harus di balas argumentasi dan jangan malah masuk ke ranah pribadi kemudian menyerang hal-hal yang pribadi.

Haruna mengaku media sosial Instagram milik anak dan istrinya turut diserang.

“Saya menyampaikan sesuatu atas tugas dan tanggung jawab saya sebagi eksekutif komite untuk memberikan masukan kepada tim nasional, bahwa ada persoalan yang sama-sama yang harus kita dudukan.” Ujar Haruna.

Haruna juga menegaskan, komentarnya tidak dalam konteks untuk mengevaluasi kemudian mau memecat Shin Tae-yong.

Baca Juga: Anggota Exco PSSI Haruna Soemitra Mendadak Viral, #HarunaOut Banjiri Lini Masa Twitter

Pengamat Sepakbola Anton Sanjoyo menanggapi, bahwa tidak ada masalah yang cukup signifikan untuk diributkan, jika Exco meminta Shin Tae-yong untuk lebih berpestasi dalam konteks target itu merupakan hal yang wajar.

Anton juga berpendapat agar tidak memimpikan tentang juara, benahi terlebih dahulu kompetisi di dalam, benahi mutunya, buat kompetisi usia muda dan tidak usah memaksakan naturilsasi.

“Dengan Shin Tae-yong hanya masalah komunikasi tolong dibenahi, dan itu tugas yang luar biasa dari direktur teknis. Exco silahkan saja mengawal tapi tidak usah terlalu masuk ke dalam hal teknis. Karena Anda tidak punya expertis disana, karena yang punya expertis itu direktur teknis dan Shin Tae-yong.” Ujar Anton.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19