Kompas TV video vod

Penendang Sajen di Semeru HF Minta Maaf, Pelaku Budaya: Merusak Budaya Leluhur Harus Dihukum Berat!

Senin, 17 Januari 2022 | 14:04 WIB

Penulis : Edwin Zhan

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Penendang sesajen di daerah terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, meminta maaf setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat kasus berproses di Polda Jawa Timur, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga di Yogyakarta yang meminta kasus ini dihentikan.

Pascapenangkapan di kediamannya di kawasan Bantul, Yogyakarta, pelaku penendang sesajen, Hadfana Firdaus alias HF menyampaikan permintaan maafnya.

Meski sudah meminta maaf, pria yang menendang sesajen di kawasan terdampak bencana Semeru enggan membeberkan apa motif yang melatarbelakangi aksinya.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyebut pelaku ditangkap oleh tim gabungan dari Polres Lumajang dan Polda Jatim.

Polda Jatim menjerat HF dengan pasal 156 dan 158 KUHP tentang penghinaan terhadap golongan tertentu.

Sementara itu, kecaman disampaikan pelaku budaya dan penganut aliran kepercayaan yang tergabung dalam Paguyuban Omah Budaya atas tindakan menendang sesajen di Lumajang.

Tak hanya itu, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi menyebut tindakan tersangka HF merupakan bibit ekstremisme.

Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo pun angkat bicara soal kasus ini.

Ia menyebut Polri masih mendalami proses hukum yang berjalan untuk memutuskan apakah kasus ini tetap berlanjut atau bisa diselesaikan di luar jalur hukum atau restorative justice.

Kasus intoleransi semakin bersemi di kala pandemi.

Hal ini pun membuat semboyan negara, “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “berbeda-beda tapi tetap satu” perlu digalakan lagi sejak usia dini.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:38
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19