Kompas TV internasional kompas dunia

AS Berencana Sanksi Putin, Rusia Ancam Kehancuran Hubungan Kedua Negara

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:05 WIB
as-berencana-sanksi-putin-rusia-ancam-kehancuran-hubungan-kedua-negara
Presiden Rusia Vladimir Putin mendengarkan saat pertemuan di Moskow, Rusia, Kamis, 30 Desember 2021. AS mengancam akan memberikan sanksi khusus kepada Putin. (Sumber: Alexei Nikolsky/Sputnik/Kremlin Pool Photo via AP)

Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Rencana Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin membuat negara pecahan Uni Sovyet itu mengeluarkan ancaman.

Rusia mengancam AS, Kamis (13/1/2022), jika hal itu sampai terjadi maka akan menjadi kehancuran hubungan kedua negara.

Sebelumnya pada Rabu (12/1/2022), Senator AS dengan dukungan dari Gedung Putih meluncurkan paket sanksi yang dimaksudkan untuk menghancurkan ekonomi Rusia jika Moskow menyerang Ukraina.

Di antara sanksi itu, ada yang langsung menyerang Putin secara pribadi.

Baca Juga: Xi Jinping Telepon Jokowi, Ternyata China Ingin Terus Berjuang dengan Indonesia Melawan Covid-19

Selain itu, sejumlah pejabat top Rusia termasuk Perdana Menteri (PM) Mikhail Mishustin dan Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov juga terancam sanksi.

Memberi sanksi kepada kepala negara dan pejabat terkemuka merupakan sesuatu yang langka.

AS sendiri sebelumnya telah membatasi paket sanksi kepada pejabat tingkat rendah.

“Memperkenalkan sanksi terhadap kepala pemerintahan atau kepala Rusia adalah tindakan ekstrem yang dapat disamakan dengan putusnya hubungan,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov berdasarkan laporan TASS dikutip dari The Moscow Times.

“Apa yang akan Rusia lakukan? Rusia akan selalu siap dan bakal melakukan yang terbaik untuk kepetingan negara kami,” ujarnya.

Sumber : The Moscow Times


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:37
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19