Kompas TV internasional kompas dunia

Kapal Perang Jepang Berlayar di Zona Tambahan China di Laut China Selatan, Provokasi Beijing?

Rabu, 12 Januari 2022 | 21:40 WIB
kapal-perang-jepang-berlayar-di-zona-tambahan-china-di-laut-china-selatan-provokasi-beijing
Ilustrasi. Kapal perang kelas Hyuga Jepang yang tertambat di Pelabuhan Yokohama. Kapal perang Jepang dilaporkan mendekati laut teritorial China beberapa bulan belakangan. (Sumber: Hoshiken via Wikimedia)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

TOKYO, KOMPAS.TV - Kapal perang Jepang dilaporkan telah mendekati perairan China dua kali dalam 10 bulan terakhir. Kapal-kapal itu memasuki zona tambahan (contiguous zone), yakni perairan di luar laut teritorial di mana negara terkait (China) punya kontrol terbatas.

Kapal Angkatan Laut Bela Diri (MSDF) Jepang dilaporkan memasuki zona tambahan sekitar Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang sedang diperebutkan China.

Menurut laporan suratkabar Yomiuri, kapal perang Jepang sedang melakukan patrol 'kebebasan navigasi' untuk 'menghalangi China'.

Akan tetapi, motif Jepang sebagaimana dilaporkan suratkabar itu diragukan kalangan pengamat. Pengamat menyebut aksi kapal-kapal perang Jepang sekadar 'lintas damai'.

Lintas damai atau innocent passage adalah pelayaran melintasi teritorial negara lain tetapi tidak mengganggu kedaulatan negara tersebut. Pelayaran ini dibolehkan oleh hukum internasional.

Meskipun demikian, para pengamat sepakat bahwa tindakan Jepang kemungkinan membuat Beijing tersinggung.

Baca Juga: Jajaran Menteri Luar Negeri di Timur Tengah Pergi ke China

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, sumber pemerintahan Jepang menyebut operasi angkatan laut dimulai sejak Maret 2021, sempat melewati zona tambahan di luar salah satu pulau Spratly.

China sendiri mengeklaim 12 mil laut dari pulau-pulau di Spratly di Laut China Selatan sebagai perairan teritorial. Zona tambahan merentang hingga 12 mil laut dari garis-garis teritorial tersebut.

Kapal Jepang sendiri dilaporkan tidak sampai memasuki teritorial yang diklaim China, tetapi sebatas berlayar lewat zona tambahan sesuai klaim Beijing.


Sumber : SCMP

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x