Kompas TV video vod

Omicron Melonjak! Satgas Covid-19: Masyarakat Tahan Diri untuk Tidak ke Luar Negeri

Sabtu, 8 Januari 2022 | 11:11 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebut, mayoritas kasus varian omicron di Indonesia berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Presiden Joko Widodo bahkan menegaskan, tidak akan ada ruang dispensasi karantina bagi para pelancing dari luar negeri.

Untuk membantu mengawasi pelaksanaan karantina Kepolisian Republik Indonesia, Polri, juga telah meluncurkan aplikasi bernama “Monitoring Karantina Presisi”

Baca Juga: Satgas Covid-19: 80 Persen Kasus Omicron Tersebar Paling Banyak di Jakarta

Warga yang baru saja datang dari luar negeri diminta mengunduh aplikasi ini dan melakukan 'scan barcode.” aplikasi ini akan memantau warga yang karantina secara langsung.

Kewaspadaan pemerintah juga ditingkatkan dengan adanya larangan kedatangan warga negara asing dari 14 negara.

Aturan ini berlaku mulai 7 Januari 2022 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Keempat belas negara tersebut Adalah Afrika Selatan, Botswana, Norwegia, Perancis, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Inggris, dan Denmark.

Jika ada WNA dan WNI yang sempat transit dari 14 negara tersebut wajib karantina selama 10 hari tanpa terkecuali.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan, bahwa karatina dan isolasi adalah intervensi yang sangat penting.

Selain itu anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengimbau masyarakat untuk ikut meningkatkan partisipasi dalam rangka memputus mata rantai penyebaran virus.

“Tanpa adanya partisipasi masyarakat percayalah bahwa pemerintah tidak sanggup bahkan otoritas kesehatan dunia belum mampu memutus penyebaran.” Ujar Saleh.

Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Hery Trianto meminta masyarakat menahan diri untuk tidak ke luar negeri sehingga tidak harus karantina, jadi satgas bisa fokus menangani pekerja migran Indonesia yang kembali.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19