Kompas TV nasional update corona

Aturan Baru Karantina Bagi Pelaku Perjalanan Internasional, Pengecualian Bagi Beberapa Kriteria...

Rabu, 15 Desember 2021 | 20:18 WIB

Penulis : Shinta Milenia

KOMPAS.TV - Pemerintah kembali mengeluarkan aturan terbaru mengenai kebijakan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

Pemerintah memberlakukan aturan karantina selama 10 hari bagi pelaku perjalanan internasional, yang sebelumnya hanya menerapkan 7 hari karantina.

Kebijakan ini diatur dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 23 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional di masa pandemi Covid-19.

Dalam Addendum itu menyatakan, pertama masyarakat yang baru tiba dari luar negeri harus melakukan tes ulang PCR dan karantina 10 hari.

Kedua, Kepala Perwakilan Asing dan Keluarga yang bertugas di Indonesia harus melakukan karantina di rumah masing-masing selama 10 hari.

Baca Juga: Menkes: Pelaku Perjalanan Internasional Wajib Karantina 10 Hari, Demi Cegah Penyebaran Omicron

Ketiga, untuk WNI dan WNA akan menjalani tes PCR kedua dengan ketentuan pada hari ke-9 karantina pelaku perjalanan yang melakukan karantina dengan durasi 10 hari atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 hari.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan aturan ini berlaku bagi semua pihak tanpa terkecuali, wajib menjalankan aturan karantina sepulang dari luar negeri.

Namun demikian, ada beberapa kriteria kelompok yang bebas dari aturan karantina.

Seperti warga negara asing yang masuk kategori pemegang visa diplomatik dan visa dinas.

Kemudian pejabat asing setingkat Menteri ke atas beserta rombongan kunjungan resmi kenegaraan, lalu pendatang yang masuk dalam skema travel corridor arrangement, dan Delegasi Negara Anggota G20.

Walaupun mendapatkan keringanan, pihak pihak tersebut wajib menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Terungkap! Elkan Baggott Awalnya Harus Menjalani Karantina selama 10 Hari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19