Kompas TV regional peristiwa

Wali Kota Makassar Sebut Ada Keanehan pada Banjir di Wilayahnya

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:36 WIB
wali-kota-makassar-sebut-ada-keanehan-pada-banjir-di-wilayahnya
Wali Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menilai ada yang aneh pada banjir yang melanda Kota Makassar. (Sumber: KOMPAS.COM/HIMAWAN)

MAKASSAR, KOMPAS.TV – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menilai ada yang aneh pada banjir yang melanda Kota Makassar.

Penjelasan Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto,  disampaikan pada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Danny menilai keanehan itu terjadi pada lokasi Blok 8 dan Blok 10 Perumahan Antang, yang pada tahun-tahun sebelumnya biasanya banjir cukup parah.

Baca Juga: BNPB: 1 Meninggal Akibat Banjir di Soppeng, 6.412 Jiwa Tedampak Banjir di Makassar

“Ini aneh sebenarnya. Blok 8, blok 10 yang kita jaga-jaga justru tidak parah seperti ini. Yang kita tidak jaga, justru yang biasanya  biasa-biasa saja (malah banjir),” tuturnya melalui rekaman suara.

Danny juga menjelaskan kecurigaannya bahwa banjir juga dipengaruhi oleh faktor dam atau waduk serta kanal yang langsung menuju ke laut.

Sebab dalam beberapa hari terakhir ini, pasang air laut memang cukup tinggi.

“Saya curiga memang karena ini pengaruhnya dari kanal dan dam, waduk. Kanal ini kan langsung masuk ke laut. Memang pasang tertinggi. Ini saja sudah naik lagi, ini lagi puncak-puncaknya pasang sehingga pengaruh air laut lebih cepat,” tuturnya.

“Sedangkan kalau di Blok 10 dan Blok 8 dia (air) mutar dulu airnya. Jadi lama dia, sehingga lebih cepat surut di sana.”

Mengenai kebutuhan pengungsi akibat banjir yang mencapai 3.600 warga lebih di 32 titik pengungsian. Danny mengatakan akan mendata kembali untuk memastikan apa saja yang mereka butuhkan.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19