Kompas TV nasional kesehatan

Pasien Cuci Darah Berpotensi Malnutrisi, Keong Sawah Bisa Jadi Solusi

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:36 WIB
pasien-cuci-darah-berpotensi-malnutrisi-keong-sawah-bisa-jadi-solusi
Ilustrasi pasien cuci darah Sumber: pixabay.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pasien hemodialisis atau cuci darah berpotensi mengalami kurang gizi atau malnutrisi. Sebuah studi menyebutkan prevalensi pasien cuci darah mengalami malnutrisi 20 sampai 60 persen, mulai dari malnutrisi ringan hingga berat.

Dosen Universitas Respati Yogyakarta yang menjadi mahasiswa program doktor Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Fery Lusviana Widiany meneliti pembuatan makanan pengganti suplemen untuk memperbaiki kualitas hidup pasien cuci darah.

Penelitian itu memakai bahan campuran keong sawah, tempe, dan daun kelor. Kemudian, ia menganalisis bersaran pengaruh yang menguntungkan terhadap status gizi, imun, dan inflamasi pasien cuci darah.

Baca Juga: Gagal Ginjal Mungkinkah Tanpa Cuci Darah? | Bincang Kita (2)

"Pemanfaatan keong sawah,  tempe, dan daun kelor berkaitan dengan kandungan gizi masing-masing bahan  pangan, ketersediaan bahan, dan harganya murah," ujarnya dalam siaran pers ujian terbuka program doktor FKKMK UGM secara daring, Selasa (7/12/2021).

Keong sawah merupakan sumber protein, kalsium, dan vitamin D aktif yang sangat potensial. Sedangkan tempe memiliki kandungan protein, kalsium, isoflavon, arginin, asam amino rantai cabang, asam linoleat dan asam linolenat yang lebih tinggi dibandingkan sumber protein nabati yang lain.

Daun kelor mengandung protein, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin C, B karoten, flavonoid, asam karbonat, karotenoid, dan fenolat.

Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. Sardjito dengan melibatkan 50 subyek pasien cuci darah. Hasilnya, pemberian formula dukungan gizi oral meningkatkan massa otot dan menurunkan skor indeks malnutrisi secara signifikan.

Baca Juga: Positif Covid-19, Seorang Ibu di India Ditolak Terapi Dialisis Karena Takut Cemari Mesin Cuci Darah

Tak hanya itu, formula pengganti makanan berbahan keong sawah, tempe, dan daun kelor bisa meningkatkan kadar kalsium dan meningkatkan kadar IgG, menurunkan kadar fosfat, menurunkan kadar hsCRP secara tidak signifikan. Kendati demikian, makanan berbahan keong ini tidak mampu meningkatkan kadar albumin dan IMT pasien cuci darah.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19