Kompas TV internasional kompas dunia

130.000 Data Pembayaran di Line Pay Bocor di Internet

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:57 WIB
130-000-data-pembayaran-di-line-pay-bocor-di-internet
Aplikasi pesan instan Line mengumumkan ada kebocoran data pembayaran dari 130.000 akun pengguna di fitur pembayaran digital milik mereka, Line Pay (8/12/2021). (Sumber: Antara)

TOKYO, KOMPAS.TV- Manajemen aplikasi pesan instant Line, menyatakan ada kebocoran data pengguna di fitur pembayaran digital milik mereka, Line Pay.

Data pembayaran dari sekitar 130.000 akun pengguna di Jepang dan luar negeri pada aplikasi Line Pay, terekspos di internet selama lebih dari 2 bulan hingga akhir November 2021 lalu.

Mengutip dari Antara, Rabu (8/12/2021), Line Pay mengklaim kebocoran itu terjadi karena perusahaan tidak sengaja mengunggahnya.

Sehingga informasi tersebut bisa dilihat oleh publik mulai 12 September hingga 24 November 2021.

Data yang bocor adalah jumlah pembayaran, tanggal dan waktu transaksi dalam periode diskon besar-besaran yang digelar Line Pay, mulai Desember 2020 hingga April 2021. Namun menurut Line, data nama pengguna, alamat, atau nomor kartu kredit pengguna tetap aman.

Baca Juga: Medsos Buatan Donald Trump, Truth Social, Disuntik Investor Rp17,8 T

"Kami sangat meminta maaf karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran besar," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Pihak Line juga mengingatkan penggunanya untuk berhati-hati. Terutama jika mereka menerima pesan mencurigakan yang bisa jadi modus penipuan.

Lantaran data yang bocor tersebut bisa digunakan untuk mengidentifikasi data pribadi pengguna Line, dengan menggunakan analisis khusus.

Walaupun sampai saat ini belum ada dampak negatif yang dilaporkan akibat kebocoran data tersebut. Line Pay adalah aplikasi pembayaran digital yang memungkinkan pengguna untuk saling mengirim uang, melakukan pembelian online, atau membayar di toko dan restoran.

Penulis : Dina Karina | Editor : Gading Persada

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19