Kompas TV nasional politik

Salim Segaf Soal Pemindahan Ibu Kota Negara: Sabar, Kondisi Masyarakat Masih Terpuruk

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:28 WIB
salim-segaf-soal-pemindahan-ibu-kota-negara-sabar-kondisi-masyarakat-masih-terpuruk
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri. (Sumber: Humas DPP PKS. )

JAKARTA, KOMPAS TV - Pemerintah tetap bersikeras untuk melaksanakan program kerja pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Padahal, kini APBN Indonesia masih banyak digunakan untuk pemulihan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19. 

Sebab, diperkirakan nantinya dalam memindahkan IKN itu akan menelan biaya kurang lebih sebesar Rp500 triliun. Sehingga, kini sejumlah kalangan pun menolak rencana itu karena dinilai bukan sebuah agenda yang prioritas di tengah negara sedang dilanda krisis. 

Salah satu tokoh yang menolak pemindahan IKN itu datang dari Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.

Mantan Mensos itu meminta pemerintah mengurungkan niat tersebut, karena kini kondisi sosial dan ekonomi masyarakat masih terpuruk. 

Baca Juga: DPR Bentuk Pansus Ibu Kota Negara, Berikut Rincian Nama Pimpinan dan 50 Anggotanya

"Banyak hal yang mesti kita selesaikan, sabar lah. Mungkin nanti timing-nya saat tertentu, prioritas kita sekarang ini bagaimana pembenahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terpuruk," kata Salim saat berbincang dengan KOMPAS.TV, baru-baru ini. 

Mantan Dubes Arab Saudi itu menduga nantinya untuk mensukseskan pemindahan IKN, pemerintah akan kembali berutang dengan jumlah yang cukup besar. 

"APBN kita pun masih belum siap. Utang semakin membengkak. Ini akan ada utang lagi yang baru memindahkan ibu kota negara. Itu mungkin anggarannya bisa Rp400-500 triliun," ujarnya. 

Ia menyebut, pemindahan IKN itu ujung-ujungnya hanya untuk sebagai program pencitraan yang belum jelas akan selesai dengan baik atau malah menimbulkan masalah. 

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19