Kompas TV olahraga kompas sport

BWF Minta Maaf Langsung ke Ketum KOI soal Insiden All England yang Paksa Atlet Indonesia Mundur

Rabu, 8 Desember 2021 | 06:30 WIB
bwf-minta-maaf-langsung-ke-ketum-koi-soal-insiden-all-england-yang-paksa-atlet-indonesia-mundur
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erick Hoyer (kiri) menemui Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (kanan) di sela rangkaian turnamen Indonesia Badminton Festival 2021 di Nusa Dua, Bali, Minggu (5/12/2021). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Terkait insiden All England 2021 yang terjadi pada Maret lalu, Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erick Hoyer akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Hoyer menyampaikan permintaan maaf usai menyaksikan laga final ganda putra BWF World Tour Finals 2021 di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Okto (sapaan akrab) menerangkan, dirinya tidak mempunyai masalah pribadi dengan BWF. Ia hanya membela kepentingan atlet Indonesia yang pada saat itu dipaksa mundur dari All England.

"Saya tak punya masalah pribadi. Tapi sebagai representatif Indonesia di bidang olahraga yang juga mewakili warganet, wajar jika saya membela kepentingan atlet," ujar Okto dalam siaran pers KOI, Selasa (7/12/2021).

Okto mengatakan, Hoyer menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski sebelumnya juga sudah diutarakan secara terbuka. “Kejadian All England menjadi yang pertama bagi BWF meminta maaf karena sebelumnya tidak pernah,” katanya melanjutkan.

Baca Juga: Minions Gagal Juara BWF World Tour Finals 2021 karena Kelelahan

Insiden ini berawal ketika seluruh pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen karena satu pesawat dengan penumpang yang terinfeksi Covid-19. Berdasarkan regulasi Badan Kesehatan Inggris NHS, para pemain pun harus menjalani karantina selama 14 hari.

Kejadian tersebut, menurut Okto, bagaimanapun tetap membekas. Apalagi, skuad Merah Putih disebut sempat menerima perlakuan diskriminatif dari BWF maupun panitia.

“Akan tetapi yang sudah terjadi kan tetap terjadi. Sekarang bagaimana kami, KOI, PBSI, Badminton Asia, dan BWF berkomunikasi ke depannya," ujarnya.

Ia pun menyebutkan, tanggapan Presiden BWF adalah akan selalu memprioritaskan Indonesia. Termasuk, terlibat di Badminton Festival 2021 karena tiga turnamen yang terselenggara di Bali.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19