Kompas TV regional berita daerah

Hasil Kajian, Kebutaan Yang Dialami Warga di Malang Usai Divaksin Bukan KIPI

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:31 WIB

MALANG, KOMPAS.TV-Komnas KIPI telah selesai melakukan kajian atas warga Kota Malang, Joko Santoso, yang alami kebutaan usai divaksin dosis pertama Astrazeneca.

Hasilnya hal tersebut bukan karena KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), namun karena peradangan pada saraf mata atau optic neuritis.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh tim dokter RSSA Malang, tempat Joko dirawat saat mengalami kebutaan usai divaksin, Selasa (07/12/2021) di RSSA Malang.

"Berdasar kajian Komnas KIPI, Komda KIPI Jatim, tim terkait, Dinkes, RSSA, dan Pokja KIPI Kota Malang pada 3 Desember 2021 diputuskan dengan dokumen-dokumen  pemeriksaan yang lengkap. Bahwa diagnosis ditegakkan sebagai keradangan saraf mata atau optik neuritis, dan telah membaik dengan pengobatan" terang Ketua Pokja Kipi Malang Ariyani.

Ariyani menambahkan, kasus kehilangan penglihatan akibat vaksin sangat jarang dan belum ada literature yang mengatakan bahwa yang dialami Joko disebabkan vaksin.

"Laporan seluruh dunia Mengenai kasus penglihatan akibat vaksin sangat jarang. Tidak banyak dilaporkan, dan saat ini belum ada literatur yang mengatakan ini disebabkan oleh vaksin. Kami telah mengirimkan secara lengkap kasus ini secara internasional yang menunjukkan bahwa, kita tidak berhenti disini. sehingga lembaga internasional pun yg berwenang ikut mengkaji. Tetapi saat ini tidak cukup bukti mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena vaksin" tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menyebut evaluasi secara menyeluruh terkait vaksinasi akan dilakukan.

"Terkait JS, tentu yang disampaikan dokter Wino, kami tetap nanti akan mengajukan permohonan rekomendasi tentu baik dari Pokja KIPI, Komda KIPI, maupun dari Komnas KIPI, itu sebagai rujukan bagi kami, apakah tuan JS nanti dilakukan vaksinasi, baik vaksinasi yan sama atau nanti dengan vaksin yang lain" kata Husnul.

#butausaidivaksin #kajiankipi

 

Penulis : KompasTV Malang

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Warga Berebut Minyak Goreng Murah

Senin, 24 Januari 2022 | 17:27 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19