Kompas TV nasional sosial

Komnas Perempuan Dorong Kerja Sama 2 Entitas Besar untuk Penanganan Kekerasan Perempuan

Senin, 6 Desember 2021 | 17:39 WIB
komnas-perempuan-dorong-kerja-sama-2-entitas-besar-untuk-penanganan-kekerasan-perempuan
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendorong kerja sama dua entitas besar dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendorong kerja sama dua entitas besar dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Rini Iswarini, Senin (6/12/2021) melalui telekonferensi.

Menurutnya, sejak tahun 2000 hingga saat ini Komnas Perempuan, mendorong terus supaya konsep sistem peradilan pidana terpadu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan (SPPTPKKTP) dapat diterapkan di banyak tempat di Indonesia.

Baca Juga: Perempuan Disabilitas Rentan Alami Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan Ungkap Sebabnya

“Karena SPPTPKKTP ini mengawinkan dua entitas besar, satu adalah aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan, dengan lembag-lembaga yang terkait dengan pemulihan,” jelasnya.

Menurutnya, jika dua entitas besar ini bekerja bersama, estimasinya adalah kasus kekerasan terhadap perempuan dapat direspons dengan segera, dan dikoordinasikan pemulihannya.

“Karena kami yakin saat kekerasan terjadi, korban dalam situasi shock atau trauma,” kata Rini.

Kedua, lanjut Rini, aparat penegak hukum (APH) dapat langsung berkoordinasi untuk membantu pemulihan korban.

Namun, selama ini di banyak tempat di Indonesia kadang-kadang kepolisian itu bekerja sendiri.

Padahal, ketika aparat penegak hukum menerima laporan, dan berhadapan dengan korban yang trauma, yang shock, dan tidak bisa memberi keterangan, pada saat itu pula sebenarnya kepolisian dapat meminta bantuan lembaga-lembaga layanan.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Kapal Tenggelam, 1 ABK Meninggal

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19