Kompas TV regional berita daerah

Bisnis Olahan Singkong, Bertahan di Masa Pandemi

Senin, 6 Desember 2021 | 12:18 WIB

KAB. SEMARANG, KOMPAS.TV - Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan ibu-ibu rumah tangg  yang berada di desa untuk membuka bisnis makanan olahan berbahan singkong. Makanan berbahan dasar singkong ini biasa disebut sigurem, yang artinya singkong, gurih, rembes.

Produk olahan singkong warga Desa Rembes, Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini, berawal dari rasa keprihatinan melihat hasil panen tanaman singkong di desanya yang melimpah. Hasil panen singkong tersebut hanya di jual mentah dengan harga yang rendah.

Prihatin dengan rendahnya harga jual, ibu-ibu rumah tangga berinovasi mengolah singkong menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Salah satunya singkong bumbu, yang dijual frozen, selain itu ada juga yang sudah matang dengan varian rasa serta kemasan yang menarik minat pembeli.

"Karena rasanya enak, terus harganya terjangkau. Beli rasa original, coklat dan keju," ujar Rohmiatun, pembeli.

Walaupun di masa pandemi Covid-19, kini usaha sigurem masih bisa bertahan. Bahkan pemasarannya bisa menembus daerah kabupaten/kota di sekitar Kabupaten Semarang. Dan diharapkan bisa menyebar luas di daerah luar Jawa Tengah.

"Untuk singkong itu kan bahan bakunya melimpah di desa. Disamping melimpah juga harganya murah, petani gampang tanamnya. Bahan bakunya murah dan mudah didapatkan," kata Sri Winarni, pemilik usaha.

Produk olahan singkong bumbu frozen bisa bertahan selama dua sampai tiga bulan, dengan harga terjangkau berkisar Rp 8 ribu. Sedangkan yang sudah matang dengan tiga varian rasa yaitu rasa original, keju dan coklat keju di jual dengan harga Rp 15 ribu.

#singkong #pandemicovid-19 #desarembes

 

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19