Kompas TV internasional kompas dunia

Tentara India Bunuh 6 Orang yang Dikira Pemberontak, Warga Murka dan Bakar Kendaraan Militer

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:35 WIB
tentara-india-bunuh-6-orang-yang-dikira-pemberontak-warga-murka-dan-bakar-kendaraan-militer
Bendera India dikibarkan dalam atraksi Angkatan Laut India di Mumbai, Sabtu (4/12/2021). Pada hari yang sama, sekelompok tentara di Nagaland membunuh enam warga desa yang dikira pemberontak. Warga desa pun mengamuk, menimbulkan kerusuhan, dan membuat tujuh warga sipil dan satu tentara tewas. (Sumber: Rajanish Kakade/Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

KOHIMA, KOMPAS.TV - Warga desa di timur laut India membakar kendaraan militer karena marah atas tindakan pembunuhan yang dilakukan tentara. Warga memprotes tindakan militer yang membunuh enam orang yang disangka pemberontak.

Pembunuhan di Desa Oting, negara bagian Nagaland itu terjadi pada Sabtu (4/12/2021). Di dekat perbatasan dengan Myanmar, sekelompok tentara salah mengira rombongan warga sebagai pemberontak.

Menurut seorang petinggi militer India, tentara menembaki truk yang lewat usai menerima informasi tentang aktivitas pemberontak di daerah itu.

Ternyata, menurut tokoh masyarakat setempat, Nyamtow Konyak, rombongan itu adalah pekerja tambang batu bara.

Enam orang tewas akibat penembakan oleh tentara ini.

Baca Juga: Putin Besok Kunjungi India, Incar Tambahan Kesepakatan Penjualan Senjata Senilai Miliaran Dolar

Setelah mendengar serangan tersebut, warga desa yang marah membakar dua kendaraan militer dalam kerusuhan. Tentara kemudian menembaki sekaligus membunuh tujuh warga.

Total 13 warga sipil tewas dalam dua insiden tersebut. Sementara pihak militer melaporkan satu tentara tewas akibat amuk massa.

“Insiden yang menyebabkan pembunuhan sipil di Oting ini sangat terkutuk,” kata Neiphiu Rio, seorang pejabat Nagaland menanggapi peristiwa ini.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah juga mengungkapkan dukacita atas insiden ini. Ia berjanji investigasi akan digelar oleh pemerintah.

Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19