Kompas TV entertainment selebriti

Polisi Sebut Pembeli Sertifikat Tanah Nirina Zubir Tak Berkomplot dengan Riri Khasmita

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:14 WIB
polisi-sebut-pembeli-sertifikat-tanah-nirina-zubir-tak-berkomplot-dengan-riri-khasmita
Tiga pembeli sertifikat tanah milik Nirina Zubir yang digelapkan Riri Khasmita diperiksa (Sumber: Grid.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus penggelapan sertifikat tanah milik artis Nirina Zubir yang dilakukan oleh mantan Asisten Rumah Tangganya (ART) Riri Khasmita terus diselidiki kepolisian.

Kini giliran 3 pembeli sertifikat tanah dari Riri Khasmita diperiksa di Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus mafia tanah tersebut.

Kanit 2 Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Kemas Arifin mengatakan bahwa ketiga pembeli sertifikat tanah tersebut terbukti tidak berkomplot dengan Riri Khasmita.

Bahkan, 3 pembeli itu mengaku tidak tahu menahu jika tanah yang mereka beli merupakan hasil dari penggelapan sertifikat milik Nirina Zubir.

Baca Juga: Alasan Haru Nirina Zubir Bertekad Bongkar Kasus Mafia Tanah Riri Khasmita, Ternyata...

"Mereka jatuhnya malah korban dan dengan keadaan ini mereka pihak ketiga yang dirugikan juga," ujar Kemas Arifin seperti dikutip dari Wartakota Tribunnews, Minggu (5/12/2021).

Dalam hal ini, jika sertifikat tersebut terbukti palsu dan dilakukan pembatalan hak milik, maka ketiga pembeli tersebut juga akan mengalami kerugian.

"Kalau nanti sertifikatnya terjadi pembatalan segala macam kan haknya hilang juga," lanjutnya.

Ketiga pembeli tersebut, lanjut Kemas, bahkan sudah menempati rumah milik Nirina Zubir yang dijual oleh Riri Khasmita.

Menurut Kemas, pembeli yang berkomplot dengan mafia tanah biasanya tidak menempati tanah tersebut namun diagunkan ke bank.

Penulis : Dian Nita | Editor : Gading Persada

Sumber : Wartakota Tribunnews



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19