Kompas TV nasional sosial

Di Markas PKB, Jusuf Kalla Sebut NU seperti Franchise Mc Donald, Apa Maksudnya?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:00 WIB
di-markas-pkb-jusuf-kalla-sebut-nu-seperti-franchise-mc-donald-apa-maksudnya
JK mengatakan, NU seperti franchise MC Donald, apa maksudnya? (Sumber: Tangkapan layar PKB TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam sebuah pidato di markas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jusuf Kalla menyebut organisasi Nahdlatul Ulama (NU) itu seperti halnya franchise restoran cepat saja Mc Donald's. Apa maksudnya?

JK menyebut, salah satu alasannya karena punya cabang/pesantren yang begitu banyak dan sistem kepemilikan NU yang tidak sentralistik.  Banyak sekali pesantren di NU, kata JK, bukan milik NU  tapi miliki kiai pesantren.  

Bedanya dengan Muhammadiyah, kata JK, jika Muhammadiyah sebagai sistem perusahaan adalah holding company.  

Maksudnya, kata JK, Muhammadiyah punya rumah sakit, sekolah dan lain-lain itu semua milik Muhammadiyah.

“Jadi saya sering minta maaf saya katakan, kalau NU itu kayak franchise, McDonald's, semua itu Mcdonald's itu adalah yang punya (kepemilikan) beda-beda. Kalau Muhammadiyah holding company, dari atas sampai ke bawah dia punya," ucapnya, Kamis, sebagaimana dikutip KOMPAS.TV dari YouTube PKB.

Baca Juga: JK: Saya Ingatkan Kembali, NU Didirikan Pengusaha Bernama Nadhlatut Tujjar

Meski begitu, baik NU ataupun Muhammadiyah, kata JK sebagai sebuah sistem, sama-sama bagus dan hebat.

NU misalnya, ungkap JK, sebagai sistem laiknya Mc Donald's sudah terkontrol dan teruji. Ia mencontohkan lagi, perusahaan makanan cepat saji asal Amerika Serikat itu meskipun dimiliki oleh orang-orang yang berbeda.

"Tapi dua-duanya hebat, saya bilang jangan ubah. Ini dua-duanya hebat. Bayangkan hebatnya McDonald's, pemiliknya berbeda-beda, tapi mereka punya sistem yang dikontrol. Kepemilikannya nomor dua, tapi sistemnya yang terkontrol dan teruji," kata JK.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19