Kompas TV nasional peristiwa

YLBHI: Teguran Keras Presiden Jokowi untuk Polisi Sudah Tepat!

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo berbicara mengenai survei BPS yang menunjukkan indeks kebebasan berpendapat saat memberi pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021 di Bali pada Jumat (3/12/2021).

Dalam kesempatan itu, Jokowi mencontohkan kasus mural yang dihapus.

Menurutnya hal ini tidak mungkin perintah dari Kapolri, Kapolda maupun Kapolres.

"Ini persepsi, dikit-dikit ditangkap. Pendekatan itu harus persuasif dan dialogis. Contoh kecil-kecil aja, mural dihapus. Saya tahu, perintahnya Kapolri itu ndak mungkin, perintahnya Kapolda juga tidak mungkin itu, Kapolres juga ndak mungkin. Itu sebetulnya urusan Polsek yang saya cek di lapangan," ujar Jokowi.

Baca Juga: Sentil Polisi Hapus Mural, Jokowi: Saya Difitnah Sudah Biasa, Ada Mural aja Takut, Ngapain?

Untuk itu, Jokowi berpesan kepada Pimpinan Polri untuk memberitahu bawahannya bahwa mural kritik tersebut merupakan hal yang tidak perlu dipersoalkan.

Menanggapi hal ini Ketua YLBHI Bidang Advokasi, Muhamad Isnur menyebut bahwa Presiden Jokowi memang menyoroti isu publik terkait kepolisian.

"Itu berarti kekhawatiran masyarakat tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi yang sampai saat ini masih mengkhawatirkan sampai ke telinga Presiden dan salah satu aktor di lapangan yang terlibat banyak dalam dugaan kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah kepolisian," ujar Isnur dalam program Kompas Petang, Jumat (3/12/2021).

Maka darinya, YLBHI menilai bahwa teguran terhadap pihak kepolisian sudah tepat sehingga Kapolri dapat mengawasi semua anak buah-nya.

Penulis : Desy Hartini

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:10
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19