Kompas TV video sinau

Wajib Ada dan Disimpan di Mobil, Apakah APAR Bisa Kedaluwarsa?

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:15 WIB

KOMPAS.TV – Belakangan marak terjadi kasus kebakaran mobil, yang menyebabkan pemilik mobil harus lebih berhati-hati. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan regulasi yang mewajibkan setiap mobil baru dari diler wajib dilengkapi dengan dengan alat pemadam api ringan atau APAR.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP 927/ AJ 502/ DRJD/ 2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor yang ditetapkan pada 18 Februari 2020.

Pemilik mobil sudah seharusnya melakukan perawatan dan mengecek kondisi fisik APAR secara langsung, untuk memastikan agar piranti darurat tersebut dapat bekerja maksimal untuk meminimalisir risiko saat terjadi kebakaran mobil.

Lalu, apakah APAR memiliki masa kedaluwarsa?

Baca Juga: Mengenal Apa itu APAR?

Dikutip dari Kompas.com, menurut Sugeng selaku Kepala Seksi Operasional Suku Dinas (Kasi Ops Sudin) Pemadam kebakaran (Damkar) Jakarta Selatan, APAR memiliki masa kedaluwarsa dan perlu diganti isinya.

Penggantian atau isi ulang APAR idealnya dilakukan setiap setahun sekali. Namun, APAR bisa bertahan hingga 3 tahun jika disimpan di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung.

APAR sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau, seperti di bawah jok depan atau di bagasi belakang mobil. Dengan mudah terlihat, pemilik mobil juga bisa mengecek kondisi APAR secara rutin.

Selain mengecek masa kedaluwarsa, pastikan juga apakah APAR mengalami kebocoran atau tidak. APAR yang mengalami kebocoran dapat ditandai dengan menurunnya jarum indikator tekanan udara.

Sugeng juga menyarankan untuk mengocok tabung APAR setiap tiga hari sekali yang bertujuan agar isi pad APAR tidak mengeras.

(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19