Kompas TV nasional politik

Motif Politik di Balik Reuni 212 Ngotot Digelar di Patung Kuda

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:53 WIB
motif-politik-di-balik-reuni-212-ngotot-digelar-di-patung-kuda
Jalan menuju Patung Kuda dari arah Kebon Sirih, Jakarta Pusat diblokade, sejumlah massa Reuni 212 memutuskan untuk pulang, Kamis (2/12/2021) (Sumber: Hasya Nindita/Kompas.tv)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Politik Islam dari The Political Literacy menjelaskan alasan kenapa pihak Persadaraan Alumni 212 (PA 212) tetap ‘ngotot’ untuk menggelar temu alumni 212 di tempat ini, meskipun tidak dapat izin resmi dari kepolisian.

“Wajar adanya jika PA 212, sedari awal ingin mengadakan reuni di Monas dan Tugu Patung Kuda Jakarta. Pemilihan tempat ini sangat strategis untuk mendapatkan perhatian banyak pihak. Termasuk juga pemberitaan media,” tutur Hanif kepada KOMPAS TV via Whatsapp, Kamis (2/11).

Hanif yang juga menulis buku bersama The Political Literacy bertajuk Literasi Politik: Dinamika Konsolidasi  Demokrasi Pascareformasi ini juga mengatakan, dalam sejarah patung kuda bersama Monas begitu kuat dalam benak gerakan 212 yang diwadahi dalam PA 212 tersebut.

Motif politik itulah yang melatarbelakangi pemilahan patung kuda sebagai tempat kumpul alumni 212.

“Selain itu, kedua tempat ini juga memiliki jejak sejarah yang kuat bagi alumni 212, baik berkisar pada perjuangan Pilkada DKI 2017 ataupun Pilpres 2019,” tambahnya.

Baca Juga: Akses Jalan ke Patung Kuda Ditutup Total, Sebagian Peserta Reuni 212 Putuskan Pulang

Selain itu, patung kuda adalah tempat bersejarah bagi gerakan 212. Di tempat inipula, kata Hanif, bisa jadi titik simpul yang mampu merekatkan kembali mereka.

“Kenangan aksi di titik simpul ini dapat menjadi perekat spirit PA 212,” ujarnya di penutup keterangannya.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19