Kompas TV nasional politik

Soal Reuni 212, Akademisi Ingatkan agar Masyarakat Kritis Terkait Politik Praktis

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:04 WIB
soal-reuni-212-akademisi-ingatkan-agar-masyarakat-kritis-terkait-politik-praktis
Ilustrasi. Suasana aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019). Hari ini 2 Desember 2021 akan ada reuni 212, akademisi ingatkan masyarakat agar tetap kritis karena gerakan itu dekat dengan politik praktis (Sumber: Kompas.tv/Ant/Aruna)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Akademisi dari UIN Raden Mas Said Surakarta Zakky Zulhazmi mengajak masyarakat untuk tetap kritis di tengah gaung reuni gerakan 212 yang dilakukan hari ini, 2 Desember 2021.

Alasannya, kata Zakky, gerakan ini dekat dan berkaitan dengan politik praktis. Efeknya, bisa jadi pembelahan yang sudah terjadi di masyarakat bisa timbul lagi. 

“Tidak dimungkiri gerakan 212 berkaitan dengan politik praktis. Maka, dampaknya terjadi pembelahan di masyarakat, antara yang menolak dan mendukung (gerakan itu kerap dianggap tidak islam-red)” papar Zakky kepada KOMPAS TV via Whatsapp, Rabu malam (1/12/2021).

Baca Juga: Sejarah Reuni 212: dari Tuntutan Penjarakan Ahok, Bebaskan Rizieq Shihab hingga Usul Jadi Parpol

Penulis buku Propaganda Islam Radikal di Media Siber itu lantas menjelaskan, pada dasarnya masih banyak yang bisa dilakukan sebagai bagian dari ‘agenda umat islam’.  

“Saya kira ada agenda umat Islam yang jauh lebih penting dari sekadar berkumpul dan mengerahkan massa. Mendorong politik yang beradab, bebas ujaran kebencian dan hoaks misalnya,” tambah pria yang juga dosen itu.  

Ia lantas menjelaskan, ketika umat Islam menjadi gerakan, harusnya bisa lebih besar lagi, apalagi sebagai gerakan moral untuk menuntut dengan pemerintahan yang bersih.

Hal itu, menurutnya, lebih penting bagi gerakan mengatasnamakan Islam.

“Itu jauh lebih penting. Atau turut memastikan pemerintahan bersih dan transparan. Itu lebih mendesak. Sayang sekali kalau jumlah umat Islam yang besar hanya jadi kekuatan kuantitatif belaka,” tambahnya. 

Adapun Reuni 212 dikabarkan akan dilaksanakan di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19