Kompas TV regional berita daerah

Mantan Suami Valencya Menangis #shorts

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:55 WIB

KARAWANG, KOMPAS.TV - Sidang mantan suami Valencya, dengan agenda pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa hukuman penjara 6 bulan satu tahun masa percobaan, di pengadilan negri Karawang selasa kemarin, di warnai tangis mantan suami Valencya itu di depan hakim. Hingga beberapa kali hakim mencoba menenangkan terdakwa Chan Yun Ching dan hakim menawarkan minum kepada terdakwa. Bahkan karena terus-terusan menangis, hakim sempat menghentikan pembacaan pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Chan Yung Ching. Pledoi dengan judul lebih baik miskin keluarga utuh dari pada kaya keluarga berantakan. 

Pledoi dibacakan kuasa hukum dengan poin utama membantah tuduhan penelantaran mantan istrinya Valencya, dan anaknya. Pada pledoi disebutkan, justru Chan Yung Chin menjadi korban pengusiran Valencya, dan dilarang bertemu anak-anaknya. Hingga kalo ingin bertemu, Chan harus ke sekolah. 

Setelah di usir, Chan Yun Ching juga beberapa kali mengirimkan uang puluhan juta, namun dikembalikan oleh Valencya. Selain itu, Valencya juga masih mengelola usaha toko bangunan, mengusai rumah, serta menguasai sejumlah kendaraan. Dari fakta-fakta tersebut, Chan Yun Ching membantah telah menelantarkan anak istrinya. 

Usai mengikuti sidang, Chan Yun Ching menunjunkan bukti perselingkuhan mantan istrinya Valencya, saat keduanya masih sah menjadi suami istri. Bukti tersebut ditemukan di telpon genggam Valencya, dengan isi chat yang tidak pantas dilakukan oleh seorang perempuan yang masih sah menjadi istri.

 

Untuk lebih tahu berita terupdate seputarJawa Barat, bisa klik link di bawah .

IG:https://www.instagram.com/kompastvjabar/

Youtube:https://www.youtube.com/c/kompastvjaw...

Twitter:https://www.twitter.com/kompastv_jabar/

Facebook:https://www.Facebook.com/kompastvjabar/

Penulis : KompasTV Bandung

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19