Kompas TV nasional wawancara

Masyarakat Jangan Panik Soal Varian Omicron, Pantau Perkembangannya dan Tetap Taat Prokes!

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Sekalipun sejumlah negara memperketat pembatasan, penyebaran varian baru covid-19 omicron meluas.

Setidaknya 19 negara melaporkan varian dengan banyak mutasi ini.

Sementara itu, dari hasil surveilans genomic, varian virus corona penyebab covid-19 itu belum terdeteksi di Indonesia.

Bagaimana menangkal ancaman covid-19 varian omicron?

Kita membahasnya dengan sejumlah narasumber melalui daring, di antaranya Guru Besar FKUI sekaligus mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, Pakar Virologi dari Udayana Bali, Profesor I Gusti Ngurah Kade Mahardika, dan juga Ketua Satgas Covid Ikatan Dokter Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban.

Baca Juga: Varian Omicron jadi Mutasi Covid-19 Kelima di Dunia

Pemerintah Indonesia pun memperketat pintu masuk RI, dengan melarang kedatangan WNA yang memiliki riwayat perjalanan dari 11 negara yang telah terdeteksi keberadaan varian baru virus korona, omicron.

Di antarnya, Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

Safarina Malik, peneliti senior di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional dikutip dari Harian Kompas menyatakan, "secara resmi perintah memeriksa genomik semua pelaku perjalanan dari luar negeri baru keluar pada senin (28/11), tetapi praktik ini sudah dilakukan sebelumnya. Sejauh ini belum ditemukan omicron,".

Upaya menangkal covid-19 varian bisa dilakukan dengan mengurangi mobilitas dan menaati protokol kesehatan.

Varian omicron ini, merupakan varian covid-19 kelima di dunia dan sudah merebak di Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, hingga Belgia.

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19