Kompas TV nasional update corona

Soal Ancaman Covid-19 Omicron Masuk Indonesia, Pakar Virologi Universitas Udayana: Tak Perlu Panik

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:47 WIB
soal-ancaman-covid-19-omicron-masuk-indonesia-pakar-virologi-universitas-udayana-tak-perlu-panik
Ilustrasi -  WHO menyatakan varian Omicron sebagai varian yang harus diwaspadai atau variant of concern (VOC) (Sumber: Kompas TV/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV –  Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan nama varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau saat ini disebut sebagai varian Omicron dan menggolongkannya sebagai varian yang harus diwaspadai atau variant of concern (VOC).

Situasi ini kemudian menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Terkait kondisi tersebut, Ahli Virologi Universitas Udayana Bali I Gusti Ngurah Kadek Mahardika mengatakan, memang ada dugaan mutasinya cepat, tetapi tidak perlu panik karena vaksin masih efektif dan sangat membantu untuk menangkal semua varian virus Covid-19.

“Mutasi itu bukan sesuatu yang selalu buruk, bisa kurang ganas atau lebih ganas.  Jadi, tidak perlu panik tapi memang tetap kita pantau,” ujar Kadek dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Rabu (1/11/2021).

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar FKUI yang juga Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, dinyatakannya Omicron sebagai VOC oleh WHO karena mutasi yang cepat.

Jika sebelumnya, varian Delta yang baru ditemukan Oktober 2020 lalu pada Mei 2021 baru dinyatakan VOC, yang itu berarti butuh waktu tujuh bulan virus ditemukan untuk dinyatakan menjadi VOC.

Berbeda dengan varian Omicron ini yang ditemukan 9 November dan pada 26 November 2021 atau 17 hari sudah dinyatakan sebagai VOC.

“Memang mutasi belum tentu buruk, dapat lebih ganas atau kurang. Oleh karen itu ada penilaian lebih lanjut,” kata Tjandra.

Penilaian tersebut terdiri dari enam poin, antara lai, dampak terhadap penularan, berat ringan penyakit, dampak efikasi vaksin (saat ini kita sedang menunggu hasil penelitaiannya), reinfeksi, dampak diagnosis, baik PCR atau antigen, serta kemungkinan terapi.

Baca Juga: Pertimbangkan Vaksin Booster Cegah Omicron, Satgas Covid-19: Pastikan Dua Dosis Vaksin Terpenuhi

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19