Kompas TV nasional hukum

Lama Menunggu, Korban Pelecehan KPI Minta Polisi Segera Tuntaskan Penyelidikan Kasusnya

Rabu, 1 Desember 2021 | 00:50 WIB
lama-menunggu-korban-pelecehan-kpi-minta-polisi-segera-tuntaskan-penyelidikan-kasusnya
Ilustrasi aksi pelecehan seksual dan perundungan. Proses penyelidikan kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), tak kunjung membuahkan titik terang. Polres Jakarta Pusat terkesan lambat dan berlarut-larut dalam menangani kasus tersebut. (Sumber: Shutterstock/Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Korban pelecehan seksual dan perundungan di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, meminta Polres Jakarta Pusat segera menuntaskan penyelidikan atas kasusnya.

MS berharap demikian karena di lain sisi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merampungkan penyelidikan terhadap kasus yang sama.

Menurut Mehbob, selaku kuasa hukum MS, hasil penyelidikan dari Komnas HAM itu semestinya dapat lebih membantu pihak kepolisian dalam menangani perkara kliennya.

"Kami harap, fakta-fakta dan rekomendasi yang dirilis Komnas HAM menjadi atensi Kepolisian, khususnya Polres Jakarta Pusat, agar segera merampungkan penyelidikan dan menaikkan status proses hukum," kata Mehbob, dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Komnas HAM Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Penanganan Aduan Pelecehan dan Kekerasan Seksual

Adapun, salah satu yang menjadi rekomendasi Komnas HAM untuk penanganan kasus pelecehan seksual dan perundungan di Kantor KPI oleh Polres Jakarta Pusat adalah dukungan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Karena, Komnas HAM melihat bahwa apa yang dialami korban itu bukan sekadar perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja.

Tapi juga disertai dengan ejekan, tindak pemaksaan, dan kekerasan seperti mendorong bangku kerja hingga pemukulan terhadap MS.

Mendapati pernyataan dari Komnas HAM tersebut, Mehbob pun mengapresiasinya karena semua itu memang cukup objektif, rasional, dan berperspektif korban.

Baca Juga: Dear Ketua KPI, Ini Rekomendasi Komnas HAM Soal Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19