Kompas TV internasional kompas dunia

Varian Omicron Merebak, Saham Produsen Vaksin Diburu Investor

Selasa, 30 November 2021 | 10:41 WIB
varian-omicron-merebak-saham-produsen-vaksin-diburu-investor
Ilustrasi vaksin Covid-19. Saham produsen vaksin melesat pada perdagangan selama 2 hari di Wall Street. Investor memborong sama produsen vaksin seiring dengan merebaknya varian Omricon (30/11/2021).. (Sumber: Straits Times via AFP)

NEW YORK, KOMPAS.TV- Merebaknya varian virus Covid-19 asal Afrika Selatan, Omicron, membuat harga saham produsen vaksin melesat pada perdagangan Jumat pekan lalu (26/11/2021) dan Senin (29/11) waktu Amerika Serikat.

Melansir dari Bloomberg, Selasa (30/11), saham Moderna (MRNA) melonjak lebih dari 20 persen selama perdagangan di 'Black Friday' (Jumat terakhir bukan November) dan juga naik 10 persen pada pada perdagangan Senin.

Begitu juga dengan saham BioNTech (BNTX) yang harga sahamnya melonjak 14 persen pada hari Jumat dan naik 3 persen pada hari Senin.

Lalu saham Big Pharma Pfizer (PFE), naik 6 persen pada hari Jumat tetapi turun sedikit pada hari Senin di Wall Street. 

Baca Juga: Cegah Varian Omicron, Indonesia Larang Perjalanan dari 11 Negara

Selanjutnya saham Novavax (NVAX) naik 9 persen pada hari Jumat meski pada Senin kembali turun 8 persen.

Kemudian saham Johnson & Johnson (JNJ) dan AstraZeneca (AZN) hanya bergerak sedikit pada hari Jumat dan Senin.

Kenaikan harga saham produsen vaksin akibat investor memborong saham mereka. Pasar juga berharap para produsen vaksin mempercepat pembuatan vaksin yang mampu menghadapi varian Omicron. Para ahli menyebut varian Omicron lebih berbahaya dari varian Delta asal India.

Baca Juga: Garuda Layani Penerbangan Vaccinated Travel Lane ke Singapura

Lantaran varian Omicron bisa menular lebih cepat dan tidak mempan terhadap antibodi bentukan vaksin serta antibodi bentukan infeksi Covid sebelumnya.

Penulis : Dina Karina | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19