Kompas TV regional berita daerah

Tak Punya Biaya, Bayi dengan Kelainan Jantung Terpaksa Dirawat di Rumah

Senin, 29 November 2021 | 18:35 WIB

KOMPAS.TV - Seorang bayi di Surabaya menderita kelainan jantung dan paru-paru. Ia terpaksa menjalani perawatan di rumah karena kedua orangtuanya tak mampu membiayai perawatan rumah sakit.

Bayi malang ini hanya bisa terbaring diusianya yang masih 8 bulan, Natasya mengalami sakit pembengkakan jantung dan paru-paru.

Perawatan Natasya terpaksa dilanjutkan di rumah dengan menggunakan infus agar bisa tetap menerima asupan susu.

Kedua orangtua Natasya tak sanggup membiayain biaya perawatan lanjutan untuknya.

Sebelumnya, perawatan Natasya sudah menghabiskan biaya sebesar Rp 20 juta di RS dr Soetomo Surabaya, karena tidak mampu membayar KTP orangtua Natasya kini ditahan pihak rumah sakit sebagai jaminan.

Orangtua Natasya diminta untuk  menyicil pembayaran sebesar satu juta setiap bulannya, namun jumlah itupun dirasa begitu berat untuk dibayar.

Baca Juga: Kasus Mafia Tanah Surabaya, 223 Orang Jadi Korban Capai Kerugian Rp 22 Miliar!

Ketua Komisi DPRD Surabaya yang datang berkunjung berjanji akan mencoba berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk membantu pengobatan Natasya.

Kini kedua orangtua Natasya harus menyelesaikan terlebih dulu administrasi untuk melegalka status pernikahan mereka.

Hal ini penting dilakukan guna mendapat layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:46
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19