Kompas TV nasional peristiwa

Kopassus vs Brimob Bentrok di Papua, Ini Penyebab Aparat Cepat "Panas" Menurut Pengamat

Senin, 29 November 2021 | 17:21 WIB
kopassus-vs-brimob-bentrok-di-papua-ini-penyebab-aparat-cepat-panas-menurut-pengamat
Ilustrasi Bentrokan (Sumber: Kompas.com/Farida)

JAKARTA, KOMPAD. TV – Sejumlah personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dan Anggota Brigade Mobil (Brimob) kepolisian terekam kamera saat bentrok di Timika Papua. Perkelahian dipicu masalah sepele yaitu soal rokok.

Menanggapi bentrokan tersebut, Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyatakan, bentrok semacam itu merupakan penyakit yang terus berulang.

Selain itu, sampai saat ini pun masalah-masalah bentrok antara personel TNI dan Polri tidak bisa diselesaikan dengan baik dan menyeluruh.

“Ini kan penyakit kambuhan, berulang, dan tak pernah mengobati dengan baik,” kata Khairul Fahmi dalam  video kepada Kompas.TV, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Bentrok Anggota Kopassus dan Brimob di Mimika Papua, Diduga karena Persoalan Rokok

Menurutnya, jika memang tidak bisa “menyembuhkan” bentrokan berulang, perlu ada komitmen bersama untuk membenahi institusi masing-masing.

Dia mengatakan, faktor-faktor yang memicu bentrokan ada dalam internal institusi.

Dia menyebut bahwa ada persoalan ego sektoral, senioritas, kebanggaan dan jiwa korsa yang kompak dan berlebihan.

“Itu semua berakses pada rendahnya penghormatan dan hadirnya ketidaksukaan pada pihak lain,” tuturnya.

Selain itu, karena dicetak untuk memiliki mental juara, para prajurit maupun anggota kepolisian pun menganggap kesalahan dan kekalahan sebagai hal memalukan.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19