Kompas TV regional berita daerah

Siram Istri Dengan Air Keras Polisi Tunggu Kedubes Arab

Senin, 29 November 2021 | 16:50 WIB

CIANJUR, KOMPAS.TV - Pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Warga Negara Arab Saudi terhadap istri sirinya, belum sepenuhnya dilakukan, mengingat tim khusus pendampingan pemeriksaan dari pihak kedubes arab saudi belum kunjung datang. Sebelumnya, pihak Kedubes Saudi Arabia sempat datang ke Mapolres Cianjur, namun kedatangannya hanya meminta kejelasan dan memastikan kebenaran Warganya yang tersandung kasus pembunuhan di  indonesia, sehingga nantinya akan ada tim lain dari Kedubes untuk mendampingi pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka. 

Sebelumnya, tersangka bernama Abdullatif Ibrahim, Warga Negara Arab Saudi, secara keji membunuh istri sirinya dengan menyiram air keras ke tubuh korban. Tak hanya itu, korban juga dipukul, di ikat,  hingga mulutnya di balut lakban setelah dicekok air keras, korban ditemukan dalam kondisi kritis diteras rumahnya, di Kampung Munjul Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. 

Nyawa korban tidak tertolong, dan meninggal dunia di RSUD Cianjur saat akan dirujuk ke Ruma Sakit Hasan Sadikin Bandung, karena korban mengalami luka bakar 90 persen. Motif pembunuhan berencana tersebut, diduga dipicu karena tersangka merasa sakit hati dan cemburu. Kini tersangka masih mendekam ditahanan Polres Cianjur setelah sebelumnya berhasil ditangkap polisi di Bandara Sukarno Hatta, Saat akan kabur ke negara asalnya. Tersangka dikenai pasal berlapis dan terancam hukuman mati.

Sementara itu menurut Kapolres Cianjur, pendampingan merupakan hak tersangka, mengingat setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum harus didampingi dalam proses hukumnya, karena tersangka ini merupakan warga negara asing, jadi pendampingnya harus dari kedutaan negara asal tersangka.

Penulis : KompasTV Sukabumi

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19