Kompas TV video sinau

Kenapa Masker Katup Tak Efektif Cegah Covid-19? Ini Alasannya

Senin, 29 November 2021 | 18:05 WIB

KOMPAS.TV - Munculnya Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) memicu kekhawatiran dan menjadi ancaman baru karena disebut bisa menular lebih cepat.

Memakai masker masih menjadi langkah efektif untuk mencegah penyebaran virus. Namun, beberapa jenis masker dianjurkan untuk tidak digunakan, salah satunya adalah masker katup.

Pasien pertama yang terpapar varian Omicron disebut menyebarkan virus karena memakai masker katup, yaitu masker dengan katup pernapasan satu arah pada bagian depan. Masker katup awalnya ditujukan untuk pekerja industri, agar para pekerja bisa bernapas lebih mudah di pabrik.

Selain itu, katup pada bagian depan masker juga dapat mengurangi panas dan lembap di dalam masker, sehingga lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.

Meski begitu, CDC dan WHO tidak merekomendasikan masker katup untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari karena katup pada masker membuat aliran udara bisa dengan mudah keluar dan masuk.

Masker katup mampu menyaring debu, polusi, dan partikel kecil lainnya. Namun, masker katup atau ventilasi tidak bisa menyaring hembusan napas dengan baik.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh agar Anak Tetap Mengenakan Masker di Luar Rumah

Selain itu, peneliti menemukan bahwa droplet dapat melewati dan menembus katup tanpa filter, sehingga berpotensi menyebarkan virus ketika mengembuskan napas.

Mengingat pandemi Covid-19 yang masih belum usai, CDC merekomendasikan jenis masker yang dapat digunakan masyarakat umum untuk mencegah penyebaran virus ketika beraktivitas sehari-hari.

Di antaranya adalah masker medis atau masker bedah yang menutupi hidung, mulut dan dagu. Selain itu, disarankan juga untuk menyilangkan tali masker agar lebih rapat menutupi saluran pernapasan.

Masker ganda atau masker medis yang digunakan rangkap dengan masker kain juga direkmendasikan karena diyakini dapat memblokir virus lebih baik. Disarankan untuk mengganti masker setiap 4 jam sekali, atau ketika masker sudah kotor, basah, atau rusak.

(*)

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19