Kompas TV regional berita daerah

Miris, Bayi 8 Bulan di Surabaya Derita Pembengkakan Jantung dan Paru-paru

Senin, 29 November 2021 | 15:20 WIB

KOMPAS.TV - Seorang bayi berusia 8 bulan di Surabaya, Jawa Timur didiagnosis menderita pembengkakan jantung dan paru-paru.

Atas kondisi ini orangtuanya memiliki utang sebesar Rp 20 juta di salah satu rumah sakit di Surabaya untuk perawatan sang anak karena belum mampu membayar.

Natasya Aurelia Cahya Putri bayi berusia 8 bulan yang didiagnosis menderita pembengkakan jantung dan paru-paru ini harus dirawat seadanya oleh oleh orangtua dan neneknya di rumah sederhana ini.

Kondisi Natasya mengharuskan tangan mungilnya untuk selalu terpasang selang infus agar bisa menerima makanan, seharusnya kondisi Natasya dirawat di rumah sakit agar kesehatannya bisa terpantau.

Baca Juga: Warga Sidoarjo Digegerkan Penemuan Bayi dalam Tas Kurir Jasa Pengantar Makanan

Hanya saja, orangtuanya tidak memiliki uang untuk merawatnya lantaran utang sebesar Rp 20 juta untuk biaya Natasya di salah satu rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur saja belum terbayarkan.

Dan karena belum bisa membayar identitas orang tua Natasya terpaksa disita sebagai jaminan.

Salah seorang anggota DPRD yang mendengar kisah Natasya pun mendatangi untuk melihat kondisinya.

Dan berjanji akan mencoba untuk berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan memberikan bantuan fasilitas kesehatan.

Orangtua Natasya bayi berusia 8 bulan yang menderita pembengkakan jantung dan paru-paru ini diketahui belum mendaftarkan pernikahannya ke negara, sehingga Natasya belum menjadi peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19