Kompas TV regional berita daerah

Jangan dibuang! Minyak Jelantah Bisa Diolah Jadi Sabun Cuci Pakaian

Senin, 29 November 2021 | 14:09 WIB

Penulis : Kompastv Lampung

LAMPUNG, KOMPAS.TV ­– Bagi kebanyakan orang, minyak jelantah atau limbah minyak goreng biasanya langsung dibuang begitu saja karena sudah tidak digunakan lagi.

Namun rupanya, membuang minyak jelantah sembarangan dapat berdampak buruk pada lingkungan.

Baca Juga: Satrategi Perajin Batik Tulis Lampung Agar Tetap Produktif Ditengah Pandemi

Oleh karena itu, guna memanfaatkan sisa minyak goreng tak terpakai. Sekelompok ibu PKK Kelurahan Susunan Baru, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung membuat inovasi mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci khusus pakaian.

Menggunakan alat dan bahan sederhana, minyak jelantah yang dikumpulkan dari setiap  kader PKK ini, kemudian dicampur dengan bahan lainnya, seperti air, pewangi pakaian, pewarna makanan, serta soda api yang diaduk rata hingga mengental dan langsung dicetak sesuai keinginan.

“Kalau sabun itu kan untuk mencuci pakaian. Kalau kami ini juga, untuk menjaga lingkungan,” ujar Ketua PKK Kelurahan Susunan Baru Alimah.

Setidaknya, sabun cuci pakaian dari minyak jelantah telah berhasil meraih sejumlah penghargaan sebagai produk unggulan kelurahan berprestasi. Baik dari Pemerintah Kota Bandar Lampung maupun provinsi, yang dinilai mampu mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah dan berdampak baik pada lingkungan.

Untuk pendistribusian sabun cuci dari minyak jelantah sendiri, saat ini masih digunakan bagi para kader PKK Susunan Baru.

Baca Juga: Kreatif! Mahasiswa Sulap Limbah Kayu Jadi Mobil Mainan

Namun kedepan, diharapakan adanya upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk membantu proses pendistribusian yang lebih luas dan dapat menjangkau masyakarat lainnya.

#minyakjelantah #sabuncuci #lingkungan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:26
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19