Kompas TV nasional update corona

Cegah Varian Omicron, Indonesia Larang Masuk WNA/WNI dari 11 Negara, Daftarnya Masih Bertambah

Minggu, 28 November 2021 | 20:51 WIB
cegah-varian-omicron-indonesia-larang-masuk-wna-wni-dari-11-negara-daftarnya-masih-bertambah
Penutupan pintu masuk ke Indonesia untuk sejumlah negara sebagai pencegahan masuknya virus Corona varian Omicron terus bertambah. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penutupan pintu masuk ke Indonesia untuk sejumlah negara sebagai pencegahan masuknya virus Corona varian Omicron terus bertambah.

Hingga Minggu (28/11/2021) malam, Indonesia sudah melarang kunjungan warga dari 11 negara untuk masuk ke Indonesia.

“Indonesia sudah melarang untuk 11 di antaranya sebagaimana telah diumumkan tadi, dan memang jumlah negara ini sudah berubah, tadi pagi masih delapan dan ini tadi sudah 11, dan mungkin terus berubah,” kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Heri Trianto, dalam Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Menurutnya, pembatasan terhadap beberapa negara  tersebut baru tahap awal, dan besar kemungkinan masih akan terus bertambah sesuai dengan perubahan-perubahan yang berlangsung sangat dinamis.

“Karena sejauh ini sudah ada 13 negara yang mengonfirmasi terjadi transmisi lokal dari varian baru Omicron ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Hanya Lewatkan 2 Alfabet Yunani, WHO Rela Beri Nama Varian Omicron agar Tak Tersangkut Hal Ini

Dia menyebut, yang harus digarisbawahi dari keputusan ini adalah Indonesia ingin memastikan bahwa mobilitas dari negara-negara yang dicurigai tempat terjadinya transmisi varian baru Omicron ini bisa ditangkal.

Sehingga untuk 14 hari ke depan, Indonesia menutup pintu masuk untuk warga negara asing (WNA) yang pernah berada di sana.

“Tapi untuk WNI yang pernah dari sana kita lakukan langkah antisipasi dengan melakukan karantina selama 14 hari.”

Sedangkan, kewajiban karantina untuk orang-orang yang melakukan perjalanan dari negara-negara lain, yang semula diberlakukan selama tiga hari, diubah menjadi tujuh hari.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:51
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19