Kompas TV nasional update corona

Waspada! Varian Baru Omicron Disebut Bisa Turunkan Efektifitas Vaksin

Minggu, 28 November 2021 | 17:40 WIB

KOMPAS.TV - Di tengah pengurangan pembatasan karena penularan covid-19 yang rendah masyarakat tetap harus waspada.

WHO memasukkan varian omicron sebagai varian baru covid-19 yang tengah diwaspadai. Selain tingkat penularan yang tinggi, varian omicron potensial menurunkan efektivitas terapi serta vaksinasi.

Kementerian Kesehatan menyatakan, akan memperketat aturan karantina dan perjalanan dari luar negeri, tetapi apakah langkah ini cukup?

Di tengah rendahnya tingkat penularan virus korona di tanah air, kewaspadaan tetaplah perlu ditegakkan.

Sebab varion omicron muncul sebagai varian baru dan sudah dikategorikan sebagai varian of concern oleh WHO.

Baca Juga: Epidemiolog: Varian Baru Covid-19 Omicron 500 Persen Lebih Cepat Menular dari Virus Awal

Menghindari penularan varian omicron, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat saling menjaga untuk menghadapi kondisi pandemi covid-19. Terlebih, momen libur akhir tahun segera datang dan mobilitas masyarakat perlu dikendalikan.

WHO menyatakan varian omicron punya potensi penularan yang lebih cepat dibanding varian lain.

Penasihat senior direktur jenderal organisasi kesehatan dunia WHO Diah Saminarsih menyebut, cakupan vaksinasi negara-negara di afrika sangatlah rendah.

Memperketat aturan masuk ke tanah air dari luar negeri memang penting. Tetapi, deteksi dini virus korona harus terus diperkuat meski kasus tengah melandai testing dan tracing tidak boleh kendor.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19